Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Vokasi UMM Siapkan Lulusan Unggul dan Mandiri Lewat Program Kuliah Sambil Kerja di Jepang

Iklan Landscape Smamda
Vokasi UMM Siapkan Lulusan Unggul dan Mandiri Lewat Program Kuliah Sambil Kerja di Jepang
Mahasiswa Vokasi UMM yang mengikuti kulah sambil kerja di Jepang. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui program Kuliah Sambil Kerja di Jepang.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik sekaligus kerja internasional kepada mahasiswa, sehingga mereka memiliki kompetensi, kemandirian, dan daya saing yang lebih kuat ketika memasuki dunia kerja.

Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan melanjutkan studi sekaligus bekerja secara legal di institusi maupun perusahaan di Jepang. Selain memperoleh pengalaman kerja, mahasiswa juga dapat mengenal secara langsung lingkungan industri, meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, serta memahami budaya kerja yang dikenal dengan kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi lulusan vokasi. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga berhadapan langsung dengan sistem kerja dan tata kelola industri di negara yang memiliki perkembangan teknologi cukup maju.

Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaah, M.T., mengatakan program Kuliah Sambil Kerja di Jepang merupakan bagian dari upaya fakultas mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.

“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar sekaligus bekerja di luar negeri. Jepang menjadi salah satu negara tujuan utama karena memiliki budaya kerja yang kuat, teknologi yang maju, dan peluang pengembangan karier yang baik bagi lulusan vokasi,” tegasnya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pengalaman internasional dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia kerja.

“Interaksi dengan lingkungan industri Jepang juga memungkinkan mahasiswa mengembangkan kemampuan teknis, komunikasi lintas budaya, serta etos kerja,” ujar Lailis Syafaah.

Untuk menjaga kualitas peserta, imuh dia, Fakultas Vokasi UMM menerapkan proses seleksi bagi mahasiswa yang akan mengikuti program tersebut.

Peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus memiliki motivasi dan kesiapan untuk menjalani proses pendidikan serta pekerjaan di luar negeri.

Lailis mengungkapkan, sebelum berangkat ke Jepang, mahasiswa mendapatkan pembekalan melalui pelatihan bahasa Jepang dan persiapan adaptasi budaya.

“Pembekalan ini menjadi bagian penting agar mahasiswa lebih siap menghadapi lingkungan sosial, akademik, dan profesional di sana,” tegasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dia menambahkan, Program Kuliah Sambil Kerja di Jepang juga menjadi respons terhadap kebutuhan tenaga kerja terampil di tengah persaingan pasar kerja global.

Lulusan pendidikan vokasi dituntut memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan secara langsung di dunia industri.

“Karena itu, pengalaman bekerja di luar negeri diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa Vokasi UMM. Selain keterampilan teknis, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam beradaptasi dengan standar kerja, budaya organisasi, dan komunikasi profesional dalam lingkungan internasional,” papar Lailis.

Bagi mahasiswa, kesempatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk membangun jejaring profesional sejak masih menempuh pendidikan.

“Pengalaman bekerja di Jepang diharapkan menjadi modal ketika mereka melanjutkan karier, baik di Indonesia maupun di perusahaan yang memiliki jejaring internasional,” kata Lailis.

Menurut dia, Fakultas Vokasi UMM terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan internasional sebagai bagian dari proses pengembangan diri.

Kuliah sambil kerja di Jepang bukan semata tentang memperoleh pengalaman di luar negeri, tetapi juga tentang membangun kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan industri.

“Dengan pengalaman akademik dan kerja internasional, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi lulusan yang adaptif, mandiri, memiliki kompetensi praktis, serta mampu bersaing di pasar kerja global,” kata Lailis.

Program ini, timpalnya, sekaligus menegaskan arah pendidikan vokasi UMM yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata dan membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 05/08/2026 07:50
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu