Inkubasi Ecosociopreneur
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Youth Interfaith Branding Ecosociopreneur merupakan bagian dari proses inkubasi ecosociopreneur yang sedang dikembangkan Eco Bhinneka Muhammadiyah di Desa Temurejo.
Program tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan produk olahan buah naga sebagai komoditas unggulan lokal, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang inklusif melalui kolaborasi lintas iman.
Melalui program ini, Eco Bhinneka menghadirkan pemuda Hindu, Katolik, Kristen, kader Nasyiatul Aisyiyah, organisasi perempuan, pemerintah desa, serta pelaku UMKM untuk bersama-sama belajar dan merancang strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun desa. Ketika anak muda lintas agama duduk bersama memikirkan masa depan UMKM, yang lahir bukan hanya ide-ide pemasaran. Tetapi juga semangat gotong royong, saling percaya, dan kepedulian terhadap kemajuan masyarakat” katanya.
Zahrotul menambahkan bahwa dukungan Diskop Umdag Banyuwangi melalui program Si Kedip Wangi dan Prabuwangi menjadi peluang besar bagi UMKM dampingan Eco Bhinneka untuk naik kelas dan memasuki pasar yang lebih luas.
“Kami berharap produk-produk lokal Temurejo yang selama ini diproduksi dari dapur-dapur rumah tangga dapat berkembang menjadi produk yang memiliki identitas kuat, legalitas lengkap, dan mampu menembus pasar digital maupun jaringan oleh-oleh khas Banyuwangi. Ini bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga tentang membangun kebanggaan terhadap potensi desa sendiri,” pungkasnya.
Potensi Selai Buah Naga
Cici menilai produk selai buah naga yang dibawa peserta Eco Bhinneka Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk berkembang.
Sebagai warga Bangorejo sekaligus petani buah naga, ia memahami bahwa buah naga merupakan salah satu komoditas unggulan Banyuwangi yang memiliki banyak peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Ia berharap pendampingan yang dilakukan Eco Bhinneka Muhammadiyah tidak berhenti pada pelatihan semata. Tetapi berlanjut hingga lahir produk-produk baru yang siap masuk pasar, memiliki legalitas lengkap, dan mampu menjadi bagian dari gerakan UMKM Naik Kelas yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
“Kami menunggu lahirnya lebih banyak produk-produk unggulan dari desa. Pusat Layanan Kemasan terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar, berkonsultasi, dan mengembangkan usahanya” harap Cici.
Semoga kolaborasi ini menjadi awal lahirnya UMKM-UMKM baru yang lebih kuat, lebih kreatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Eco Bhinneka Muhammadiyah, pemuda lintas agama, dan pelaku usaha lokal, Banyuwangi menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih inklusif.
Ketika legalitas, branding, dan pemasaran diperkuat secara bersama-sama, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Tentang Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah
Eco Bhinneka Muhammadiyah saat ini tengah melaksanakan program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE).
Adapun program ini merupakan inisiatif untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda lintas iman dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme.
Lebih lanjut, SMILE mendorong keterlibatan aktif generasi muda terutama perempuan dan kelompok disabilitas dalam membangun kesadaran, pengetahuan, dan aksi konkret dalam mencegah serta menghadapi krisis iklim.
Kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah dapat diikuti melalui website ecobhinnekamuhammadiyah.org dan Instagram @ecobhinneka.





0 Tanggapan
Empty Comments