Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

6 Jam Menikmati Indahnya Alam di Jantung Kalimantan, Catatan perjalanan guru SDMM Gresik

Iklan Landscape Smamda
6 Jam Menikmati Indahnya Alam di Jantung Kalimantan, Catatan perjalanan guru SDMM Gresik
Ria Pusvita Sari bersama kendaraan penjemput dari bandara ke lokasi pelatihan. (Istimewa/PWMU.CO)

Jarak yang jauh dan medan yang menantang tidak pernah menjadi penghalang bagi seorang pendidik untuk berbagi ilmu.

Semangat itulah yang mengantarkan saya melakukan perjalanan lintas provinsi menuju Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Ahad (19/7/2026).

Tujuannya sederhana, tetapi bermakna besar: berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran kepada para guru di sekolah-sekolah Yayasan Harapan Masa Depan Cerah (YHMDC), yayasan pendidikan yang didukung perusahaan global Cargill.

Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Pesawat yang saya tumpangi terbang menuju Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dengan waktu tempuh sekitar satu jam lima belas menit.

Sekitar pukul 09.30 WIB, pesawat mendarat dengan selamat. Namun, perjalanan sesungguhnya baru dimulai.

Sesampainya di bandara, saya langsung dijemput menggunakan kendaraan off-road yang memang disiapkan untuk melintasi jalur darat menuju Kecamatan Manis Mata.

Perjalanan sejauh sekitar 200–250 kilometer itu memakan waktu hampir lima jam.

Meski harus melewati jalan yang bergelombang, berdebu, dan cukup menantang, perjalanan tersebut justru menjadi pengalaman yang menyenangkan.

“Seru dan sangat menyenangkan! Ini adalah pengalaman luar biasa yang membuat semangat saya untuk berbagi semakin berlipat ganda.”

Semangat untuk bertemu para guru di YHMDC membuat setiap kilometer perjalanan terasa begitu berarti.

Sepanjang perjalanan, mata saya dimanjakan oleh bentangan perkebunan kelapa sawit yang luas.

SMPM 5 Pucang SBY

Sesekali tampak rumah-rumah panggung milik warga yang berdiri kokoh menggunakan kayu ulin, kayu khas Kalimantan yang dikenal kuat dan tahan terhadap rayap.

Ada pula pemandangan yang begitu unik.

Daun-daun pepohonan di sepanjang jalan tampak berwarna cokelat, bukan karena mengering, melainkan tertutup debu tebal yang beterbangan saat kendaraan melintas.

Pemandangan itu menjadi potret khas perjalanan menuju kawasan pedalaman Kalimantan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam sejak keberangkatan dari Surabaya, saya akhirnya tiba di kawasan Cargill sekitar pukul 15.30 WIB.

Perjalanan panjang ini bukan sekadar berpindah tempat.

Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kolaborasi antarguru lintas pulau demi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Kehadiran saya dari SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik diharapkan dapat menghadirkan inspirasi baru bagi para guru di lingkungan Yayasan Harapan Masa Depan Cerah.

Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa semangat belajar, berbagi, dan menginspirasi tidak pernah dibatasi oleh jarak maupun kondisi geografis.

Justru dari perjalanan seperti inilah lahir pengalaman berharga yang memperkaya cara pandang seorang pendidik dalam membangun pendidikan yang lebih baik.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu