Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Doa Ibu yang Diam-Diam Mengubah Jalan Hidup Anaknya

Iklan Landscape Smamda
Doa Ibu yang Diam-Diam Mengubah Jalan Hidup Anaknya
Foto: istockphoto
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM

Mengapa bacaan Al-Quran seorang anak bisa menunda datangnya azab? Bagaimana mungkin anak yang tertidur pada malam hari tetap mendapat jaminan keselamatan?

Dan apa yang membuat lisan seorang calon ulama besar, yang semula kelu membaca Al-Fatihah, akhirnya melahirkan karya keilmuan yang dikagumi zaman?

Tiga kisah berikut menjawabnya, tentang kekuatan Al-Quran dan doa seorang ibu yang tidak pernah sia-sia.

Maka, “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian tiga perkara: cinta kepada nabi kalian, cinta kepada keluarganya, dan membaca Al-Quran …” (HR Ath-Thabrani)

1. Doa Ibu yang Mengubah Takdir Ilmu

Kisah ini datang dari kehidupan seorang ulama besar, Sulaim bin Ayyub Ar-Razi, sebagaimana disebutkan Imam Adz-Dzahabi dalam As-Siyar.

Saat berusia sepuluh tahun, Sulaim kecil belajar membaca Al-Quran kepada seorang guru di kampungnya, Rayy. Namun, ketika disuruh membaca Al-Fatihah, lidahnya terasa kaku, dan ia tidak mampu melakukannya.

Sang guru pun bertanya, “Apakah engkau punya ibu?”

“Ya,” jawab Sulaim.

“Kalau begitu, mintalah kepada ibumu agar ia berdoa kepada Allah supaya kamu bisa membaca Al-Quran dan pandai ilmu agama,” ujarnya.

Sulaim mengikuti saran tersebut. Ia pulang dan meminta ibunya mendoakannya. Doa itu menjadi awal perubahan besar dalam hidupnya.

Seiring waktu, Sulaim berkelana ke Baghdad, mempelajari ilmu bahasa Arab dan fiqih, hingga menjadi seorang ulama besar.

Ketika ia kembali ke kampungnya, ia mendapati sang guru datang ke masjid, di mana ia sedang menyusun kitab Mukhtashar Al-Muzanni.

Guru ini, yang tidak mengenalinya lagi, sempat berkomentar bahwa ilmu seperti itu tampak sangat sulit dipelajari.

Dalam hati, Sulaim ingin berkata, “Jika Anda punya seorang ibu, mintalah ia untuk mendoakan Anda.” Namun, ia menahan diri karena malu.

Begitulah doa seorang ibu bekerja: diam-diam, namun mengubah arah sebuah kehidupan.

2. Bacaan Al- Fatihah dan Tertundanya Azab

SMPM 5 Pucang SBY

Kisah kedua datang dari sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan sahabat Hudzaifah Al-Yamani ra. Beliau saw bersabda:

“Allah mengirimkan azab pada suatu kaum sebagai sebuah ketentuan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi (karena keburukan kaum tersebut).

Kemudian, salah seorang anak kecil dari kalangan mereka membacakan surat Alhamdulillāhi Rabbil ‘Ālamīn (Al-Fātihah). Allah SWT mendengarnya.

Maka, Allah pun menangguhkan azab tersebut selama 40 tahun karena bacaan itu.” (At-Tafsīr Al-Kabīr, Fakhruddin Ar-Razi)

Jangan sepelekan bacaan Al-Quran dari anak-anak kita walau terbata-bata. Bacaan mereka adalah bacaan yang paling ikhlas.

Bahkan, bacaan seorang anak kecil mampu menjadi alasan Allah ﷻ menunda azab yang telah ditetapkan.

3. Zikir Siang Hari, Selamat pada Malam Hari

Kisah terakhir datang dari seorang ayah yang mendatangi Rasulullah saw bersama anaknya. Ia mengungkapkan kekhawatirannya:

“Wahai Rasulullah, anakku ini suka membaca Al-Quran pada siang hari dan tidur pada malam hari.”

Sebagai seorang ayah, ia berharap anaknya bisa membaca Al-Quran tidak hanya di siang hari, tetapi juga pada malam hari. Namun, respons Rasulullah saw sungguh menenangkan hati.

“Jangan bersedih. Anakmu sudah berzikir pada siang hari dan (akan mendapatkan) keselamatan pada malam hari (karena sebab bacaan Al-Qurannya).” (HR Ahmad)

Bacaan Al-Quran adalah zikir terbaik dan amal yang sangat dicintai Allah dan rasul-Nya. Kapan pun dilakukan, ia bisa mendekatkan pelakunya kepada Allah.

Bahkan, bacaan Al-Quran bisa mengundang pertolongan Allah pada waktu-waktu yang tidak diduganya. (*)

Catatan:
Disarikan dari Prophetic Parenting – Cara Nabi saw Mendidik Anak, karya Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid dan lainnya.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 08/09/2026 05:56
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu