Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen UMM Soroti Pentingnya Peran Pemerintah dalam Pembinaan Pengelola ambulan Lazismu

Iklan Landscape Smamda
Dosen UMM Soroti Pentingnya Peran Pemerintah dalam Pembinaan Pengelola ambulan Lazismu
pwmu.co -

Layanan ambulan berbasis masyarakat terus berkembang di berbagai daerah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam memenuhi kebutuhan layanan kegawatdaruratan. Namun, pembinaan, standardisasi, dan pendampingan dari instansi pemerintah terhadap para pengelola ambulan dinilai masih perlu diperkuat.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan kualitas layanan, keselamatan pasien, hingga tata kelola operasional di lapangan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara ambulan sosial dinilai menjadi langkah penting agar layanan kemanusiaan tetap aman, profesional, dan sesuai standar.

Kesadaran akan pentingnya pelayanan yang profesional mendorong Lazismu Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion (FGD) penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Ambulan.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, salah satunya perwakilan MPKU PWM Jawa Timur, Jamilatus Sa’diyah.

Jamilatus Sa’diyah, yang akrab disapa Bu Mila dan juga merupakan staf RS UMM, menegaskan bahwa ambulan Lazismu bukan sekadar kendaraan pengangkut pasien.

Menurutnya, layanan ambulan merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa seseorang sehingga harus dikelola secara profesional.

Sementara itu, Wakil Sekretaris BP Lazismu Jawa Timur sekaligus dosen Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang, Zaenal Abidin, menekankan bahwa seluruh standar pelayanan ambulan harus mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan Tahun 2019.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, setiap armada harus digunakan sesuai fungsi, keselamatan pasien harus menjadi budaya organisasi, serta seluruh kru wajib memiliki kompetensi yang terukur.

“Kami ingin membangun budaya profesional. Kru ambulans Lazismu bukan sekadar relawan, tetapi amil yang memiliki kompetensi, etika pelayanan, dan kemampuan teknis melalui pelatihan berjenjang,” jelasnya.

Zaenal menambahkan bahwa penyusunan SOP bukan hanya menghasilkan dokumen administratif, melainkan menjadi fondasi dalam membangun budaya pelayanan yang mengutamakan keselamatan, kecepatan, dan empati kepada masyarakat.

Melalui penyusunan SOP tersebut, Lazismu Jawa Timur berharap layanan ambulan Muhammadiyah semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, layanan ambulan diharapkan tetap menjadi layanan sosial yang terbuka dan dapat diakses seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu