Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang berdaya saing global.
Enam mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Thailand pada Jumat (17/7/2026).
Enam mahasiswa tersebut akan mengikuti program The 5th Batch of International Islamization Program 2026 oleh Yayasan Wakaf Al-Hidayah untuk Pendidikan dan Pengembangan Sosial.
Program ini dijadwalkan berlangsung selama sebulan, tepatnya mulai 17 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Perluas Wawasan Global
Enam mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Lalita Dwi Aslamiyah, Wulanda Ayu Aprilliya, Zahrotul Alfi Khasanah, Latifah Nur Rohima, dan Assalsa Habsari dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Serta Abdul Hafid dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Mereka akan ditempatkan di Pattanawitya School dan Muslimeen Suksa School.
Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M Arif Susanto MPdI menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya agenda strategis ini.
“Pada hari ini, kita melepas mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro untuk mengikuti program KKN-PPL Internasional di Malaysia dan Thailand” terang Arif.
“Keberangkatan ini merupakan langkah nyata STIT Muhammadiyah Bojonegoro dalam memperluas wawasan global serta memperkuat jejaring internasional” ujarnya.
Lebih lanjut, Arif juga berpesan kepada para mahasiswa agar mampu menjaga marwah institusi selama berada di luar negeri.
“Saya berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater, persyarikatan Muhammadiyah, dan bangsa Indonesia. Jadilah pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, dan adaptif. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar, mengabdi, serta membangun pengalaman internasional yang berharga” tegasnya.
Dalam perjalanan KKN dan PPL internasional ini, para mahasiswa didampingi oleh dua dosen, yakni Sriyanti MPdI dan Dr Nurmashani Mustafidah MPdI.
Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kesediaan dosen dalam mendampingi mahasiswa.
Kegiatan ini harapannya tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga mempererat jalinan kerja sama akademik dengan mitra di Malaysia dan Thailand.
”Semoga program ini menjadi pintu pembuka bagi lahirnya lebih banyak kolaborasi internasional di masa mendatang, serta semakin menguatkan posisi STIT Muhammadiyah Bojonegoro sebagai kampus yang unggul, berkarakter Islami, dan berdaya saing global” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments