Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Famgath 14 Bakal Dimeriahkan Tari Jalak Lawu Massal

Iklan Landscape Smamda
Famgath 14 Bakal Dimeriahkan Tari Jalak Lawu Massal
Famgath 14 Bakal Dimeriahkan Tari Jalak Lawu Massal. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Persiapan Family Gathering (Famgath) ke-14 terus dimatangkan. Menindaklanjuti pertemuan antara Wakil Bupati Magetan, Suyatni bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Senin, 15 Juni 2026, panitia Famgath 14 melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan.

Koordinasi tersebut menghasilkan dukungan penampilan seni budaya khas Magetan berupa Tari Jalak Lawu Massal. Tarian ini menjadi salah satu agenda utama pada hari kedua pelaksanaan Famgath 14 di kawasan wisata Sarangan, Magetan.

Ketua Panitia Famgath 14, Dr. Suli Da’im, MM., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Magetan, khususnya Wakil Bupati dan Dinas Pariwisata yang turut membantu menghadirkan pemandu serta penari khas Magetan dalam kegiatan tersebut.

“Famgath 14 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan persaudaraan, tetapi juga momentum memperkenalkan kekayaan budaya Magetan kepada para peserta yang datang dari berbagai daerah,” ujar Suli Da’im.

Menurutnya, sekitar 600 peserta Famgath 14 akan terlibat dalam Tari Jalak Lawu Massal yang digelar di kawasan Sarangan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus media pelestarian budaya lokal.

Tari Jalak Lawu merupakan salah satu kesenian tradisional yang lahir dari identitas masyarakat Magetan yang hidup di lereng Gunung Lawu. Tarian ini terinspirasi dari burung jalak yang dikenal lincah, dinamis, dan memiliki karakter kebersamaan.

Gerakan Tari Jalak Lawu menggambarkan kelincahan, keharmonisan, serta semangat gotong royong masyarakat pegunungan.

SMPM 5 Pucang SBY

Setiap gerakan tangan dan langkah kaki penari melambangkan hubungan manusia dengan alam, kebersamaan sosial, serta harapan akan kehidupan yang damai dan sejahtera.

Selain menjadi ekspresi seni, Tari Jalak Lawu juga menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Magetan yang menjunjung nilai-nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan kecintaan terhadap lingkungan.

“Kami ingin seluruh peserta tidak hanya menikmati keindahan Telaga Sarangan, tetapi juga merasakan kekuatan budaya lokal yang menjadi identitas Magetan,” tambah anggota Komisi E DPRD Jatim itu.

Pelaksanaan Tari Jalak Lawu Massal di kawasan Sarangan dinilai memiliki makna tersendiri. Keindahan Telaga Sarangan dengan latar Gunung Lawu akan menghadirkan perpaduan antara panorama alam dan kekayaan budaya daerah.

“Kegiatan ini sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Magetan,” tambah Suli.

Dinas Pariwisata Magetan akan menghadirkan pemandu dan penari yang akan memimpin jalannya tarian massal sehingga seluruh peserta Famgath dapat berpartisipasi secara langsung. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 24/06/2026 16:49
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu