Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Festival Lentera 2026 PBSI Umsura Tampilkan Karya Mahasiswa dan Apresiasi Sastra

Iklan Landscape Smamda
Festival Lentera 2026 PBSI Umsura Tampilkan Karya Mahasiswa dan Apresiasi Sastra
Peserta Festival Lentera 2026 PBSI FPKS UMSURA di Gedung G Lantai 7, Kamis (2/7/2026) (Ahmad Mahmudi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ruang Teater Gedung G Lantai 7 Universitas Muhammadiyah Surabaya dipenuhi semangat kreativitas dan apresiasi akademik saat Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS), Universitas Muhammadiyah Surabaya sukses menggelar Festival Lentera 2026 (Literasi, Edukasi, dan Seni Sastra) pada Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema “Transformasi Gagasan Menjadi Karya, Inovasi, dan Solusi bagi Masyarakat”, kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan hasil pembelajaran mahasiswa sekaligus implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Sekretaris PBSI FPKS Umsura, Idhoofiyatul Fatin, M.Pd., menjelaskan bahwa Festival Lentera menjadi bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa yang lahir dari proses pembelajaran di kelas.

“Mengusung tema Transformasi Gagasan Menjadi Karya, Inovasi, dan Solusi bagi Masyarakat, kegiatan ini menjadi wadah apresiasi terhadap luaran pembelajaran mahasiswa sekaligus implementasi nyata kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE),” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Festival Lentera 2026 diikuti sekitar 85 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, alumni, dan tamu undangan.

“Diikuti sekitar 85 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, alumni, dan tamu undangan. Rangkaian kegiatan meliputi pameran karya mahasiswa, apresiasi seni sastra, hingga kuliah umum bersama alumni berprestasi,” tambahnya.

Ketua Program Studi PBSI, Pheni Cahya Kartika, M.Pd., mengatakan Festival Lentera diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian pembelajaran mahasiswa melalui berbagai mata kuliah.

“Melalui Festival Lentera, kami ingin menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kelas tidak berhenti pada penilaian akademik, tetapi menghasilkan karya nyata yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan bermanfaat bagi masyarakat. Inilah implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education yang menekankan pada luaran pembelajaran,” ujarnya.

Festival Lentera 2026 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains, Achmad Hidayatullah, Ph.D.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif PBSI yang menghadirkan ruang pamer bagi hasil belajar mahasiswa.

“Showcase hasil pembelajaran merupakan budaya akademik yang perlu terus dikembangkan. Ketika karya mahasiswa dipresentasikan kepada publik, mereka belajar mempertanggungjawabkan proses berpikir, menerima masukan, sekaligus membangun kepercayaan diri sebagai calon profesional. Ke depan, model seperti ini sangat layak dikembangkan pada tingkat fakultas,” ungkapnya.

Usai pembukaan, Dekan didampingi Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi mengunjungi stan pameran mahasiswa.

Sebanyak 14 mata kuliah dipamerkan melalui tiga stan besar yang merepresentasikan mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025.

SMPM 5 Pucang SBY

Berbagai karya yang ditampilkan meliputi bahan ajar BIPA, media pembelajaran, modul ajar, majalah digital, infografis perkembangan kurikulum, bunga rampai hasil analisis sastra dan kebahasaan, hingga beragam produk literasi hasil proses perkuliahan.

“Beragam karya yang dipamerkan menunjukkan kreativitas dan inovasi mahasiswa, mulai dari bahan ajar BIPA, media pembelajaran, modul ajar, majalah digital, infografis perkembangan kurikulum, bunga rampai hasil analisis sastra dan kebahasaan, hingga berbagai produk literasi yang dikembangkan selama proses perkuliahan. Para mahasiswa secara langsung menjelaskan konsep, proses pengembangan, serta manfaat karya mereka kepada para pengunjung,” jelas Idhoofiyatul Fatin.

Selain pameran karya, Festival Lentera juga menghadirkan panggung apresiasi seni berupa musikalisasi puisi, pementasan drama, dan pertunjukan pencak silat yang dibawakan mahasiswa PBSI.

“Selain pameran karya, Festival Lentera juga menghadirkan panggung apresiasi seni yang menampilkan musikalisasi puisi, pementasan drama, serta pertunjukan pencak silat oleh mahasiswa PBSI yang dikenal aktif menorehkan prestasi dalam berbagai kejuaraan,” tambahnya.

Suasana akademik semakin hidup ketika dosen memberikan apresiasi sekaligus masukan setelah pementasan drama sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Salah satu dosen PBSI, Insani Wahyu Mubarok, M.Pd., menyebut model pembelajaran tersebut menjadi ciri khas PBSI Umsura.

“Model apresiasi seperti ini menjadi salah satu ciri pembelajaran di PBSI UMSURA, di mana karya mahasiswa tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dikaji secara akademik sebagai bagian dari proses penyempurnaan kompetensi,” ujarnya.

Festival Lentera kemudian ditutup dengan kuliah umum bertajuk “Keberlanjutan dan Ketahanan Masa Depan melalui Inovasi” yang menghadirkan alumni PBSI Umsura, Dwiki Ayu Pramudya, S.Pd., Gr.

Dalam sesi tersebut, Dwiki membagikan pengalamannya menyelesaikan studi selama 3,5 tahun, lolos Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga kini berkarier sebagai guru.

“Pengalaman menjadi relawan dan aktif membantu kegiatan di program studi ternyata menjadi bekal yang sangat berharga. Dari sana saya belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan memanfaatkan setiap peluang yang datang. Kompetensi seperti itulah yang ikut mendukung saya ketika mengikuti seleksi PPG,” tuturnya.

Melalui Festival Lentera 2026, PBSI Universitas Muhammadiyah Surabaya menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada luaran, kreativitas, dan kebermanfaatan. Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran karya mahasiswa, tetapi juga ruang refleksi akademik, apresiasi seni, dan inspirasi karier yang mempertemukan mahasiswa, dosen, serta alumni dalam ekosistem pembelajaran yang kolaboratif.

Revisi Oleh:
  • Satria - 04/07/2026 01:00
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu