Senyum bahagia terpancar dari wajah Naswa Amanda, siswi SMP Negeri 9 Pangkalpinang, saat menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Menurutnya, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah mengubah sekolahnya menjadi tempat belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Sebagai perwakilan dari murid, saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas program revitalisasi sekolah kami. Sekarang sekolah kami menjadi jauh lebih baik, aman, nyaman, bersih, dan proses belajar jauh lebih menyenangkan,” ujar Naswa.
Naswa mengenang kondisi sekolahnya sebelum direvitalisasi. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1990 itu mengalami berbagai kerusakan, termasuk ruang kelas yang rusak dan plafon yang sempat roboh sehingga membahayakan proses belajar mengajar.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti toilet juga mengalami kerusakan, mulai dari lantai retak, kloset pecah, hingga pintu yang rusak.
Kini, kondisi tersebut telah berubah setelah sekolah memperoleh bantuan revitalisasi.
“Sekarang semuanya berubah berkat bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Aku dan teman-temanku sekarang bisa belajar di kelas yang nyaman dan bagus,” ungkapnya.
Selain menikmati fasilitas sekolah yang lebih baik, Naswa juga menjadi salah satu penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sehingga dapat belajar dengan lebih tenang.
“Dulu kalau butuh perlengkapan sekolah, kami sering memikirkan biayanya. Sekarang sudah ada PIP yang membantu. Aku jadi bisa belajar lebih fokus dan semangat. Aku berjanji akan rajin belajar supaya nanti bisa meraih cita-citaku menjadi Polwan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, pada 2026, revitalisasi masih terus berjalan dengan alokasi sementara sebesar Rp44 miliar untuk 49 satuan pendidikan. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan masih berlangsung.
Mendikdasmen menegaskan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak.
“Ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Mendikdasmen.
Selain revitalisasi infrastruktur, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.
Pada 2025, Kemendikdasmen mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program tersebut juga disertai pelatihan bagi guru agar perangkat dapat dimanfaatkan secara optimal. Sementara bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah menyediakan dukungan jaringan Starlink.
“Monitoring kami di banyak sekolah menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar murid karena proses belajar menjadi lebih interaktif dan hidup. Dengan pembelajaran yang semakin baik, kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat,” pungkas Mendikdasmen.





0 Tanggapan
Empty Comments