Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Buku Menembus Benteng Tradisi – 72

Iklan Landscape Smamda
Buku Menembus Benteng Tradisi – 72

Tulisan ini adalah salinan dari buku “Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004″, Bab V berjudul “Muhammadiyah Masa Kebangkitan (1956-2004)”, halaman 208 s/d sebagian 212.

Halaman sebelumnya: Buku Menembus Benteng Tradisi – 71

***

Halaman 208

Pada 1966, berdiri Cabang Patianrowo, yang dipimpin oleh Drs. Zawawi (ketua), dan Marwah, Masruchin, M. Roziqin, Djamhur (Anggota). Pada 1982-1983 terbentuk kepengurusan baru yang dipimpin H. Masruchin (Ketua), dan Abdul Hamid (Sekretaris). Pada tahun 2004 kepengurusan PCM Patianrowo di bawah pimpinan Abu Maksum, S. Ag. (Ketua), dan Ir. Kustoyo (Sekretaris). {87}

Pada 1961, ajaran Muhammadiyah masuk ke Kertosono dibawa Muhyidin dari Sleman Jogjakarta. Sebelumnya, sekitar 1959 atas anjuran Ustadz Bey Arifin di Kertosono telah berdiri kelompok pemikiran pembaharuan Islam yang bergabung dalam Islamic Study Club (ISC). ISC di Kertosono dipelopori A. Qoyyum, Sumali, Sofyan, dan kawan-kawan.

Pada 1964 berdiri Ranting Kertosono, dan pada 13 Mei 1964 itu dibentuk cabang. Untuk memperluas amal usahanya PCM pada 1988 membeli lahan dan bangunan Gereja Kristen Protestan milik Yayasan Eben Heizer, dan membeli YPPPK Petra Kertosono pada 1993. {88}

PCM Kertosono Periode 1964-1967 (Zuhron); 1967-1970 (A. Syamsuddin AR); 1970-1973 (Afifudin); 1973-1980 (A. Syamsuddin AR), 1980-1985 (Isma’il Musa), 1985-1990 (Isma’il Musa), 1995-2000 (H. Masjhuri TS), 2000-2005 (H. Masjhuri TS). Ranting-rantingnya; Kutorejo, Banaran, Pelem, Bangsri, Kalianyar, Nglawak, dan Pandantoya. Ortom-ortom terbentuk, yaitu Aisyiyah (1963), Pemuda Muhammadiyah (1968), NA (1976), Tapak Suci (1973), dan IRM (1996). {89}

Pada 1967, berdiri Muhammadiyah Cabang Baron, yang dipelopori Mughni (Kepala KUA), Muchid, Ihsan Wanandi (swasta), Suparmin HS, Sugiarto, Suwarto, BA, Hasan Bisri (Guru), dan Slamet Anwar Haryono (Petani). Pendirian Muhammadiyah Cabang Baron juga mendapat dukungan dari A. Gani, Wedono Kertosono yang juga akktivis Muhammadiyah di tahun 1960-an. Sampai 2004 berdiri ranting di lima desa yaitu: Jekek,

Halaman 209

Katerban, Baron, Sambiroto, dan Waung. Ketua periode 1967-1972 (Muchid Haryono), 1972-1974 (vakum), 1974-1980 (Muchid Haryono), 1980-1985 (H. Anwar), 1985-1990 (Masyhuri), 1995-2000 (Agus Pudjiono), dan 2000-2005 (Agus Pudjiono).

Sejak 1950-1960 Muhammadiyah sudah eksis di Bagor. Para perintisnya adalah orang-orang Masyumi. Pada 1965 hingga pertengahan 1970-an, masih dilakukan pengajian keliling di kediaman salah sorang warga senior Muhammadiyah di Bagor. {90} Pada 1987, PCM Bagor mulai terkonsolidasi secara teratur dan dapat dibentuk kepengurusannya.

Periode 1987-1995 dengan susunan: Danu Sunarto (ketua), Muhajir (sekretaris), Sugeng (bendahara), dan M. Ridwan (penasihat). Pada periode 1995-2004 dengan susunan Muhajir (ketua), Sugeng (sekretaris), Kasmo (bendahara). Periode terakhir 2000-2005 susunan PCM Bagor terdiri dari Suhud (ketua), Djumiran (sekretaris), dan Kardi (bendahara).

Sejak sekitar 1953 Muhammadiyah di Gondang digerakkan antara lain oleh Tamsirni, Achmad Zaini, Syamsuri, Imam Mukmin, Muhyi, Sukardi dan Fauzan. Pada 1986 PCM Gondang dipimpin Nurhadi (ketua), Tamsirni (wakil ketua), Mas’ud MR, Sumarno (sekretaris & wakil sekretaris), A. Zaini, Sukarno (bendahara dan wakil bendahara), Suratman, Bb. Prihartadi, M. Slamet, Suharyanto (anggota). Pada

Halaman 210

periode 2000-2005 Musycab menghasilkan Ismilan (ketua), Djamzuri (wakil ketua), Yusron, Nurhadi (sekretaris dan wakil sekretaris), dan Samilan (bendahara). {91}

  1. Kabupaten Tulungagung

Pada saat jaya-jayanya Orde Lama di Tulungagung sering diselenggarakan karnaval atau gerak jalan yang lebih merupakan show of force berbagai organisasi politik masa itu, khususnya dari unsur Nasakom. Dalam hal ini Muhammadiyah Tulungagung tidak ketinggalan dengan pasukan drum band, yang beranggotakan 100 Pemuda Muhammadiyah Tulungagung.

SMPM 5 Pucang SBY

Pasukan drum band ini pernah dikirim ke Festival Drum Band yang diselenggarakan di Bandung, dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah Tahun 1964. Pada 1966 Muhammadiyah Tulungagung dipimpin seorang pengusaha batik Saimuntaqiem. Saat itu ia juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Perusahaan Batik Tulungagung (GPBTA).

Berkat usahanya Muhammadiyah Tulungagung memiliki inventaris sebuah sepeda motor merk A Riel 200 CC dan mendirikan Sekolah Muallimin (Sekolah Guru Islam) serta Akademi Zu’ama. Namun kedua lembaga pendidikan tersebut tidak dapat dipertahankan. Kini PDM Tulungagung

Halaman 211

dipimpin oleh dr. Anang Imam Massa Arif, dibantu Drs. H. Masrun, Sanusi Effendy dan Drs. Marzuki Simatupang, Marsudi Al-Azhari dan Halim Abhadi sebagai wakil ketua. Sedangkan Drs. Arif Toha dan Drs. Nursalim, masing-masing sebagai sekretaris dan wakil sekretaris. Cabang yang dibina sebanyak 16, dengan 83 ranting.

  1. Kabupaten Trenggalek.

Pada 1960, PCM Trenggalek dipimpin Achmad Kusairi (Ketua), Dahroni (Sekretaris), Lamtib (Bendahara), Moh. Tamsir, Kusnan, Dawud (Anggota). Periode berikutnya (1960-1965) Achmad Kusairi (Ketua), Yunus Isa (Wakil Ketua), Suwandi, Kusnan (Sekretaris dan Wakil Sekretaris), Lamtib, Tamsir (Bendahara dan Wakil Bendahara), dan Dawud, Dahroni, Sulaiman (Anggota).

Pada masa ini, beberapa ranting berhasil didirikan dan dikembangkan. Ranting Karangan, didirikan tahun 1959, Ranting Gandusari, didirikan pada 1963. Ranting Watulimo, didirikan tahun 1963. Setahun kemudian (1 Juli 1964) Ranting Watulimo diubah menjadi Cabang Watulimo. Ranting Gondang, didirikan tahun 1964.

Pada 1967 status Muhammadiyah Trenggalek yang semula sebagai cabang, di bawah naungan Daerah Muhammadiyah Kediri, menjadi daerah. Dalam Musyda terpilih Yunus Isa sebagai ketua. Akan tetapi karena ia belum menetap di Trenggalek, maka ketua dipegang Achmad Kusairi sampai satu periode. Ketua periode berikutnya (1965-1970) Achmad Kusairi, 1970-1975 Abi Chabsin (tidak sampai satu periode karena dipindahtugaskan ke Makasar) kemudian diteruskan Yunus Isa.

Periode 1975-1980, H. Abdus Syakur. Moeyoto tidak sampai satu periode (1980-1985) karena dipindahtugaskan ke Probolinggo. Jabatan ketua diserahkan kepada H. Abdus Syakur. Periode 1985-1990 dipimpin Amanan, kemudian pada periode 1990 -2000 H. Yunus Isa. H. Moeyoto kembali memimpin pada periode 2000-2005.

Achmad Kusairi sebagai ketua cabang kota sejak 1932 hingga 1965. Tamsir, Samanan, Rohmat, Subani (1985-2000), Wiwik (2000-2005). Karena ia meninggal dunia pada 2003, ia digantikan Muhriad. Ranting-ranting yang berhasil didirikan antara lain: Surodakan (1949), Bendorejo (1990), Pogalan (1991), dan Ranting Sumbergedong (2004). Pada 1968 disahkan cabang Karangan

Halaman 212

dengan Ketua Qamari (1968) tidak sampai selesai karena aktif di Parmusi, diserahkan kepada Mukijan, Abu Nangim (1979), kemudian mengundurkan diri karena sebagai PNS, (diserahkan kepada Qamari), Qamari (1979-1990), dan Ramijan (1990-sekarang). Ranting-rantingnya meliputi Salamrejo, Jati, Suruh, Karangan, Sumber Ringin, Nglebo.

Ranting lain yang pernah dibina, di bawah naungan Cabang Pule yaitu Ranting Pule, Jombok, Sukokidul, dan Ranting Karanganyar. {92} Cabang Gandusari berawal dari Ranting Gandusari (berdiri 1964). Setelah berkembang menjadi cabang, PCM Gandusari membina ranting Sukorejo 1, Wonoanti, Wonorejo dan Sukorejo.

Cabang Watulimo: Ketua dengan periodenya masing-masing: Moesnaini (1964-1969), Suparman (1969-1974), Suyoto (1974-1979), Tawiran (1979-1984), Mustadjab, A. Jauzi, Muhtajid (1984-2003). Ranting-ranting dan tahun berdirinya: Watulimo (15 Juni 1963), Gemaharjo (15 Agustus 1965), Dukuh (20 Agustus 1965), Margomulyo (9 Januari 1966), Karanggandu (1 Maret 1966), Prigi (29 Januari 1966), Sawahan (23 Agustus 1965), Slawe (18 Agustus 1965), Tasikmadu (6 Januari 1997), Gemaharjo 2 (8 Januari 1997), Slawe 2 (9 Pebruari 1998), Gemaharjo 3 (11 Pebruari 1998), Watulimo 2 (10 Pebruari 1998), Margomulyo 2 (7 Januari 1997). Amal Usaha teridiri dari (a) Bidang Pendidikan: TK Aisyiyah di Gemaharjo, 5 MIM. {93}

***

Buku Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004, diterbitkan oleh Hikmah Press, Surabaya, Juni 2005. Buku ini ditulis oleh Tim Penulis : Syafiq A. Mughni (Penanggung Jawab), Sjamsudduha (Ketua), dan Ahmad Nur Fuad (Sekretaris). Anggota: Lilik Zulaicha, A. Fatichuddin, Ainur Rofiq Sophiaan, Wisnu, Nadjib Hamid, Yuristiarso Hidayat, Muhsinul Ahsan, Biyanto, dan Ainun Najib. Konsultan: M. Habib Mustopo dan Aminuddin Kasdi.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 18/07/2026 14:57
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu