Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

FOMO Dunia Bikin Lupa Akhirat, Ini Pesan Islam agar Hidup Lebih Tenang

Iklan Landscape Smamda
FOMO Dunia Bikin Lupa Akhirat, Ini Pesan Islam agar Hidup Lebih Tenang
Foto: heygotrade
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah

Di era media sosial, banyak orang berlomba mengikuti tren demi terlihat sukses dan tidak dianggap tertinggal. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) membuat manusia sibuk mengejar popularitas, gaya hidup, dan pengakuan orang lain, hingga tanpa sadar melupakan bekal akhirat.

Padahal dalam Islam, kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan amal dan imanlah yang akan menjadi penolong saat manusia kembali kepada Allah Wa Ta’ala.

  • Apa yang sedang ramai
  • Apa yang sedang populer
  • Apa yang orang lain miliki

Namun tanpa sadar, kita justru ketinggalan yang lebih penting, yaitu bekal untuk akhirat.
Allah Wa Ta’ala berfirman: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1-2)

Ayat ini menggambarkan bagaimana manusia bisa terlena dengan urusan dunia, sampai lupa tujuan hidup yang sebenarnya.

Hari ini, banyak orang rela begadang demi mengikuti tren media sosial, tetapi berat bangun untuk salat tahajud.

Rela menghabiskan waktu berjam-jam melihat kehidupan orang lain di layar ponsel, tetapi hanya sedikit waktu yang digunakan untuk membaca Al-Qur’an.

Ada yang merasa sedih karena belum bisa membeli mobil seperti temannya. Ada yang gelisah karena rumahnya belum semewah orang lain. Ada pula yang terus memaksakan diri tampil kaya demi mendapat pengakuan manusia, sampai akhirnya hidup dipenuhi cicilan dan kegelisahan.

Padahal belum tentu orang yang terlihat paling mewah adalah yang paling tenang hidupnya. Betapa banyak orang yang tampak sukses di luar, tetapi hatinya kosong.

Tertawa di media sosial, namun diam-diam menangis karena hidupnya jauh dari Allah.
FOMO membuat kita:

  • Selalu merasa kurang
  • Sibuk membandingkan hidup
  • Mengejar validasi manusia

Padahal yang lebih penting adalah bagaimana nilai kita di hadapan Allah Wa Ta’ala.

Allah Wa Ta’ala juga berfirman: “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Al-Hadid: 20)

Dunia ini hanya sementara. Apa yang kita kejar hari ini, belum tentu berarti di akhirat nanti. Ada orang yang sangat sibuk mengejar jabatan sampai lupa mendidik anak-anaknya.

Saat muda, waktunya habis untuk pekerjaan dan ambisi dunia. Ketika tua, baru sadar anak-anaknya tumbuh jauh dari nilai agama.

SMPM 5 Pucang SBY

Ada pula orang yang sangat menjaga penampilan di hadapan manusia, tetapi tidak menjaga salatnya di hadapan Allah.

Takut dianggap gagal oleh manusia, namun tidak takut saat lalai dari kewajiban kepada Rabb-nya.
Padahal ketika seseorang meninggal dunia:

  • Jabatan tidak ikut masuk kubur
  • Kendaraan mewah tidak menemani
  • Popularitas tidak bisa menyelamatkan
  • Yang tinggal hanyalah amal.

Rasulullah saw pernah mengingatkan bahwa manusia akan berkata: “Hartaku, hartaku.”

Padahal yang benar-benar menjadi miliknya hanyalah apa yang dimakan, dipakai, dan disedekahkan.

Karena itu, mari kita ubah FOMO kita:

  • Dari takut ketinggalan tren → takut ketinggalan salat berjamaah
  • Dari takut tidak update → takut tidak punya bekal akhirat
  • Dari sibuk dunia → mulai sibuk memperbaiki iman
  • Dari mengejar pujian manusia → mengejar ridha Allah

Bayangkan jika semangat kita mencari dunia dipakai juga untuk mencari pahala.
Sebagaimana kita cepat merespons notifikasi ponsel, semoga kita juga cepat memenuhi panggilan azan.

Sebagaimana kita berusaha menjaga citra di hadapan manusia, semoga kita lebih sungguh-sungguh menjaga hati di hadapan Allah.

Karena sejatinya, yang harus kita takuti bukan ketinggalan dunia, tetapi ketinggalan surga. Mari kita luruskan kembali tujuan hidup kita. Dunia boleh kita kejar, tetapi jangan sampai melupakan akhirat.

Jadilah orang yang bijak menggunakan dunia sebagai jalan menuju akhirat, bukan menjadikan dunia sebagai tujuan akhir.

Karena pada akhirnya, yang kita bawa bukan apa yang kita miliki, tetapi apa yang kita amalkan.

Semoga Allah Wa Ta’ala menjaga hati kita dari lalai, melembutkan hati kita untuk selalu mengingat-Nya, dan menjadikan kita hamba yang lebih mencintai akhirat daripada gemerlap dunia yang sementara. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 08/05/2026 09:03
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡