Oleh: Dr Ajang Kusmana
Dosen AIK Universitas Muhammadiyah Malang
Bermacam-macam orang mengajukan pertanyaan tentang soal-soal agama. Tetapi tak satupun yang mengajukan pertanyaan, “Bagaimana diri saya selamat dari api neraka ? Harus mengerjakan perintah apa ? Beramal apa ? Menjauhi dan meninggalkan apa ?”
Kutipan tersebut merupakan refleksi mendalam dari KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. KH Ahmad Dahlan menyoroti kurangnya kesadaran umat untuk fokus pada keselamatan akhirat, terutama menghindari api neraka.
Ini adalah pengingat untuk memprioritaskan ketaatan, menjauhi maksiat, serta mendidik diri dan keluarga (tanda diselamatkan diri dan keluarga dari api neraka.
Apakah ada orang yang ingin masuk ke neraka ? Tentu jawabnya tidak ada,, ada? Ya, sebab kita tahu bahwa neraka adalah satu-satunya tempat siksaan yang mengerikan.
Orang yang sudah masuk ke dalamnya, maka tak akan pernah bisa menyelamatkan diri. Oleh sebab itu, sebelum kita terlanjur masuk ke dalam neraka, maka kita harus bisa menyelamatkan diri dan keluarga kita.
Tapi, bagaimana caranya? Tentunya dengan melakukan amal perbuatan yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Allah SWT dalam Al-Qur’an secara tegas memerintahkan kepada kita orang-orang yang beriman untuk selalu menjaga diri dan keluarganya dari ancaman api neraka.
Apalagi, zaman sekarang ini semakin besar godaan untuk menjaga keluarga dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6:
يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman ! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-taḥrim [66]:6).
Berdasarkan metode tafsir tahlili bahwa, dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman agar menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu. Dengan cara taat dan patuh melaksanakan perintah Allah.
Karena, keluarga merupakan amanat yang harus dipelihara kesejahteraannya baik jasmani maupun rohani.
Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa ketika Surat At-Tahrim ayat ke-6 ini turun, ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan lalu bagaimana menjaga keluarga kami ?”
Rasulullah SAW menjawab, “Laranglah mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkan mereka melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Begitulah caranya menyelamatkan mereka dari api neraka.
Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras yang pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat. Mereka diberi kewenangan mengadakan penyiksaan di dalam neraka.
Mereka adalah para malaikat yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya”.
Ayat tersebut di atas berisi perintah Allah Ta’ala kepada orang-orang beriman untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka.
Ayat ini menjadi pengingat bagi orang-orang Muslim yang beriman. Sebab ukuran kesuksesan dan kebahagiaan manusia di akhirat kelak adalah ketika dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ ( آلعمران :185 )
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. ( Ali Imran :185 )
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah majlis ilmu pernah berkata bahwa makna “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” adalah lakukanlah ketaatan kepada Allah dan tinggalkan maksiat serta suruhlah mereka untuk berdzikir kepada Allah. Maka dengannya Allah selamatkan kalian dari api neraka”.
Sedangkan Muqatil dan Ad Dhahak dalam tafsir Ibnu Katsir:4/391 berkata, makna peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah, “Engkau memerintahkan mereka untuk mentaati Allah dan mencegah mereka dari bermaksiat kepada Allah, hendaklah engkau menegakkan perintah Allah teradap mereka, memerintahkan mereka dengan perintah Allah dan membantu mereka dalam urusan tersebut, dan jika engkau melihat kemaksiatan dari mereka maka hendaklah engkau menghardik mereka”.





0 Tanggapan
Empty Comments