Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2026 di lingkungan Pondok Modern Muhammadiyah Paciran resmi dibuka secara serentak di Lapangan Pondok Modern Muhammadiyah Paciran, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang digelar Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) se-Perguruan Pondok Modern Muhammadiyah itu diikuti siswa baru dari SMP Muhammadiyah 25, MTs Muhammadiyah 1, MA Muhammadiyah 2, dan SMK TI Muhammadiyah 11.
Pembukaan Fortasi dihadiri Mudir Pondok beserta jajaran, pimpinan sekolah dan madrasah, Pimpinan Cabang (PC) IPM, pengurus PR IPM, serta seluruh peserta didik baru.
Mengusung tema “Gembira, Berkarya, Merawat Semesta”, Fortasi tahun ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga media membangun karakter, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Khusus bagi siswa jenjang SMA, MA, dan SMK, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam format Fortasi Level 2, yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, dan kesiapan berkarya sebagai pelajar Muhammadiyah.
Wakil Master of Training (Co-MOT) IPM MAMDA, Dzihni Fi Ramadhani, menjelaskan bahwa subtema “Merawat Semesta” dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang perlu terus dijaga bersama.
“Fortasi IPM MAMDA 2026 didesain bukan hanya sebagai forum perkenalan dan bergembira, tetapi juga sebagai sarana menanamkan kesadaran kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya lingkungan sekolah. Harapannya, para siswa mampu memberikan dampak nyata melalui kepedulian terhadap semesta,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat berkarya perlu diwujudkan melalui aksi nyata, termasuk membangun budaya sekolah yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.
Kepala SMP Muhammadiyah Pondok Modern, Furqon Firmansyah, M.Pd., menegaskan bahwa Fortasi menjadi momentum penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun hubungan yang sehat antarsiswa.
Ia juga mengingatkan seluruh siswa agar menciptakan suasana belajar yang aman dan bebas dari perundungan.
“Forum ini adalah ruang untuk saling mengenal dan belajar bersama. Tidak boleh ada praktik perundungan sehingga suasana belajar tetap aman dan menyenangkan,” tegasnya.
Pesan serupa disampaikan Mudir Pendidikan Pondok Modern Muhammadiyah, Fakhrudin, A.M. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman menjadi syarat penting agar setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang disiapkan PR IPM MAMDA. Hari pertama diisi dengan pengenalan almamater oleh Kepala Madrasah Wasli Fauqi, S.Kom., serta materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang disampaikan Anas Ma’ruf, S.Sos. dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah.
Materi berikutnya meliputi Eco Generation oleh Abdurrasyid Rabbani, S.Pd. serta materi Ke-IPM-an yang dibawakan Salwa Rohmania Al Fakhri. Peserta juga mengikuti focus group discussion (FGD), refleksi, ulasan materi, hingga pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman.
Selain pembelajaran di kelas, Fortasi dipadukan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti mengaji bersama, salat berjamaah, kultum, tadabbur ayat, permainan edukatif (ice breaking), hingga outbound sebagai penutup kegiatan.
Melalui Fortasi 2026, PR IPM se-Perguruan Pondok Modern Muhammadiyah berharap peserta didik baru mampu mengenal lingkungan sekolah dengan baik, mempererat persaudaraan, serta tumbuh menjadi pelajar Muhammadiyah yang berkarakter, kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan siap berkarya.





0 Tanggapan
Empty Comments