Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fortasi MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Perkuat Karakter Kepemimpinan Bersama PC IPM Laren

Iklan Landscape Smamda
Fortasi MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Perkuat Karakter Kepemimpinan Bersama PC IPM Laren
Foto bersama usai Materi KeIPMan Fortasi MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi bersama PC IPM Laren pada Selasa (14/7/2026). (Helmi Rohmanto/PWMU.CO).
pwmu.co -

Hari kedua Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi menghadirkan suasana yang penuh semangat dan inspirasi pada Selasa (14/7/2026).

Materi Ke-Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Ke-IPM-an) oleh Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Laren tidak hanya memperkenalkan organisasi pelajar Muhammadiyah.

Namun sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab sebagai bekal peserta didik baru dalam menjalani kehidupan di madrasah maupun di tengah masyarakat.

Bahas Sejarah IPM

Dalam pemaparannya, Farikhul mengajak seluruh peserta memahami sejarah lahirnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang telah melahirkan banyak kader pemimpin di berbagai bidang.

Sejak berdiri, IPM hadir bukan hanya sebagai wadah berkumpulnya pelajar, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, intelektual, spiritual, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Peserta diajak memahami bahwa menjadi kader IPM berarti mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Seorang kader IPM bukanlah pelajar yang hanya pandai berbicara, tetapi mampu menunjukkan keteladanan melalui tindakan nyata.

Materi kemudian mengulas maksud dan tujuan IPM sebagai organisasi yang membentuk pelajar muslim berilmu, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.

Melalui berbagai kegiatan organisasi, setiap kader dididik untuk belajar mengambil keputusan, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab terhadap amanah yang diemban.

Farikhul menegaskan bahwa kepemimpinan dalam IPM bukanlah tentang jabatan atau popularitas, melainkan tentang kesediaan melayani, mengayomi, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Di samping itu, peserta juga berkenalan dengan semboyan IPM, struktur organisasi dari tingkat ranting hingga pusat, serta berbagai bidang yang menjadi wadah pengembangan potensi pelajar.

Lebih dari itu, Farikhul menekankan nilai-nilai perjuangan yang menjadi ruh organisasi. Antara lain keikhlasan, integritas, disiplin, kerja keras, semangat fastabiqul khairat, serta keberanian menyampaikan kebenaran dengan cara yang santun.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap peserta didik, baik saat berada di lingkungan madrasah maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pentingnya menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.

SMPM 5 Pucang SBY

Seorang kader IPM dituntut memiliki rasa empati, menghormati setiap orang tanpa membedakan latar belakang, serta siap menjadi penengah ketika terjadi perbedaan.

Peserta diingatkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hati yang peduli. Semakin tinggi posisi seseorang dalam organisasi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk melayani, membantu, dan menginspirasi orang lain.

Privilege Kader IPM

Suasana semakin interaktif ketika pemateri menjelaskan berbagai keunikan menjadi kader IPM.

Organisasi bukan sekadar tempat mengikuti rapat atau kegiatan seremonial. Melainkan laboratorium kepemimpinan yang membentuk keberanian berbicara di depan umum, kemampuan menyusun program kerja, mengelola kegiatan, membangun jaringan, hingga menumbuhkan budaya literasi dan dakwah di kalangan pelajar.

Di IPM, setiap pelajar diberi kesempatan untuk belajar dari pengalaman, berani mencoba, tidak takut gagal, dan terus memperbaiki diri. Nilai inilah yang menjadikan IPM sebagai salah satu organisasi pelajar yang mampu mencetak generasi tangguh dan berkemajuan.

Wakil Kepala bagian Kesiswaan MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Ahmad Fendi SH menyampaikan apresiasi kepada PC IPM Laren atas materi yang inspiratif dan membangun karakter peserta didik baru.

“Kami ingin peserta didik memahami bahwa menjadi pelajar Muhammadiyah bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga belajar memimpin, belajar melayani, dan belajar menjadi pribadi yang bermanfaat” tegas Fendi.

“IPM adalah sekolah kepemimpinan yang akan membentuk karakter, keberanian, dan kepedulian sosial. Dari sinilah kami berharap lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu menjadi pelopor perubahan di masa depan” ujarnya.

Melalui materi Ke-IPM-an pada Fortasi hari kedua, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi bersama PC IPM Laren menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kaderisasi sejak dini.

Madrasah tidak hanya berupaya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter kepemimpinan, jiwa pengabdian, semangat dakwah, serta kesiapan menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

Dengan bekal tersebut, diharapkan peserta didik baru mampu tumbuh menjadi pelajar yang tidak sekadar mengikuti perubahan zaman. Tetapi mampu memimpin perubahan dengan akhlak mulia, ilmu pengetahuan, dan semangat Islam yang berkemajuan. (*)

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 15/07/2026 01:20
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu