Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu ) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan menggelar Kopdar Sumu Pekalongan Raya 2026 di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Ahad (12/7/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi di antara pengusaha Muhammadiyah, pelaku UMKM, dan pegiat ekonomi.
Sekitar 150 peserta dari wilayah Karesidenan Pekalongan Raya dan sekitarnya hadir dalam forum yang juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pengembangan ekonomi Muhammadiyah.
Sekretaris PDM Kabupaten Pekalongan, Cahyono, M.Pd., menilai Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ekonomi apabila seluruh elemen mampu membangun sinergi yang kuat.
“Muhammadiyah memiliki potensi besar di bidang ekonomi. Potensi ini akan semakin kuat apabila seluruh elemen mampu bersinergi dan membangun ekosistem usaha yang saling mendukung,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai Persyarikatan perlu menjadi landasan dalam mengembangkan usaha sehingga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM Jawa Tengah, Eko Pujiatmoko, menegaskan bahwa penguatan ekonomi merupakan salah satu agenda strategis Muhammadiyah.
“Kita perlu bergerak bersama membangun ekosistem industri yang produktif, sehingga pengusaha Muhammadiyah tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Bangun Ekosistem Usaha yang Terintegrasi
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam KOPDAR SUMU Pekalongan Raya adalah pentingnya membangun ekosistem usaha Muhammadiyah yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, peserta mendiskusikan peluang memperkuat kolaborasi antara pengusaha Muhammadiyah, amal usaha Muhammadiyah, perguruan tinggi, hingga lembaga keuangan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain memperkuat jejaring, peserta juga menyoroti pentingnya mendorong sektor produksi dan industri sebagai strategi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Pada sesi materi, Ketua LP-UMKM PWM Jawa Tengah, Khafid Sirotudin, menyampaikan bahwa jejaring Muhammadiyah merupakan aset besar yang masih perlu dioptimalkan.
“Jika pengusaha Muhammadiyah saling terhubung secara terstruktur, kita akan mampu membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan kompetitif secara berkelanjutan,” paparnya.
Diskusi kemudian berlanjut melalui sesi Fireside Chat yang memberi kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman menjalankan usaha sekaligus menjajaki peluang kolaborasi melalui kegiatan business matching.
Forum tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kerja sama baru yang dapat ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir.
Melalui Kopdar Pekalongan Raya 2026, Sumu kembali menegaskan komitmennya membangun komunitas pengusaha Muhammadiyah yang solid, kolaboratif, dan berkemajuan. Ke depan, organisasi ini juga menargetkan perluasan jaringan keanggotaan sebagai upaya mempercepat kolaborasi antarpelaku UMKM dan kalangan profesional.





0 Tanggapan
Empty Comments