Program pamungkas Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Brondong di akhir periode 2022-2026 berlangsung penuh makna. Melalui Gathering Nasyiatul Aisyiyah (GANA), PCNA bersama PRNA se-Cabang Brondong menggelar roadshow ke Solo dan Jogja pada Kamis-Jumat (6-7/8/2026), bertepatan dengan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.
Sebanyak 60 peserta penggembira diberangkatkan menggunakan satu bus besar untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan spiritualitas, sejarah, dan wisata kebersamaan.
Berangkat Tengah Malam, Hadiri Pembukaan Muktamar
Rombongan GANA bertolak dari Brondong sekitar pukul 21.00 WIB. Perjalanan semalaman terbayar ketika rombongan tiba di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tepat saat waktu Shalat Subuh.
Usai beribadah, peserta melanjutkan perjalanan menuju Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk menghadiri pembukaan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Berbagai penampilan seni turut memeriahkan pembukaan Muktamar. Namun, pesan yang disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjadi salah satu momen yang paling membekas.
“Kader-kader Nasyiatul Aisyiyah, para pemimpin-pemimpinnya harus selalu ada di barisan terdepan dengan optimisme, tidak lewat kata-kata melainkan dengan perbuatan nyata,” pesannya.
Napak Tilas Sejarah di Museum Muhammadiyah UAD
Dari Solo, rombongan GANA melanjutkan perjalanan menuju Museum Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.
Di museum tersebut, seluruh peserta diajak menelusuri sejarah perjuangan pendiri Muhammadiyah. Napak tilas sejarah itu dipandu langsung oleh guide museum yang menjelaskan berbagai koleksi dan perjalanan Muhammadiyah dari masa ke masa.
Decak kagum mengiringi peserta saat menyusuri berbagai sudut museum. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi kader Nasyiatul Aisyiyah Brondong untuk memahami kembali nilai perjuangan dan gerakan Muhammadiyah.
“Kami benar-benar bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah sekaligus menjadi estafet penerus perjuangan sang Kiai. Meskipun perjuangan kami saat ini tidak serumit dan seterjal perjuangan beliau,” ungkap Ketua Umum PCNA Brondong, Musfiroh.
Tutup Perjalanan di Malioboro
Setelah mengunjungi Museum Muhammadiyah, perjalanan GANA dilanjutkan dengan menikmati suasana malam di Malioboro. Kawasan ikonik Yogyakarta tersebut menjadi tempat peserta melepas penat sekaligus menikmati kebersamaan sebelum kembali ke Brondong.
Tepat pukul 21.00 WIB, seluruh peserta kembali ke bus untuk memulai perjalanan pulang. Mereka membawa pulang rasa syukur serta pengalaman yang mempererat ikatan kebersamaan antara PCNA dan PRNA se-Cabang Brondong.
GANA menjadi penutup manis periode kepengurusan PCNA Brondong 2022-2026. Kegiatan tersebut bukan sekadar gathering, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan ideologi, mengenal sejarah Muhammadiyah, dan meneguhkan semangat berkhidmat bagi persyarikatan.
Melalui perjalanan dari Solo hingga Jogja, kader Nasyiatul Aisyiyah Brondong menutup satu periode kepengurusan dengan semangat kebersamaan dan harapan untuk melanjutkan estafet perjuangan pada periode berikutnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments