Gegap gempita penonton mewarnai Al-Ishlah Marching Band Competition yang digelar di area Pondok Pesantren Al-Ishlah, Sendangagung, Paciran, Lamongan, Ahad (6/9/2026).
Di bawah terik matahari, ribuan pengunjung memadati kompleks pondok untuk menyaksikan langsung penampilan peserta lomba marching band. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah sekaligus memeriahkan Milad ke-40 Al-Ishlah.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak di sekitar jalan raya hingga area pondok. Ribuan penonton datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan kompetisi marching band tersebut dari dekat.
“Alhamdulillah kompetisi ini cukup meriah. Al-Ishlah yang berusia 40 tahun telah menunjukkan bukti bahwa pesantren ini tidak hanya pusat ilmu agama tetapi juga pusat seni dan budaya,” ujar Habib Chirzin, Kepala Staf Pengasuhan Al-Ishlah.
Ia menambahkan, antusiasme penonton tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar Paciran.
“Tak hanya seputar Paciran, warga Tuban, Bojonegoro dan Gresik pun turut hadir menyaksikan pertunjukkan ini,” imbuhnya.
Hal yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah kedisiplinan panitia dan peserta. Begitu terdengar kumandang azan Dzuhur, seluruh rangkaian kegiatan langsung dihentikan.
Panitia dan peserta marching band kemudian melakukan istirahat untuk shalat dan makan atau ISHOMA.
“Inilah pesantren. Keseimbangan dunia akhirat tersirat jelas dalam kegiatan ini. Gemuruh suara drumband langsung terhenti dan dikalahkan oleh suara adzan. Al-Ishlah Sendangagung keren, selamat Milad ke-40 Al-Ishlah,” ucap salah satu pemain dari Panceng, Gresik.
Dengan mengusung semangat seni, sportivitas, dan religiusitas, Al-Ishlah Marching Band Competition diharapkan menjadi salah satu ikon kegiatan pesantren yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukatif kepada masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments