Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Plemahan berlangsung khidmat dan penuh harmoni. Apel kebangsaan yang digelar pada Jumat pagi (14/8/2026) di Lapangan Desa Wonokerto ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Pangkalan Gugus Depan (Gudep) se-Kecamatan Plemahan.
Terdapat pemandangan menarik yang menjadi warna tersendiri dalam perhelatan tahunan ini. Di tengah lautan seragam cokelat Pramuka, barisan siswa dari SD Aisyiyah 1 Plemahan tampil mencolok dengan balutan seragam khas Hizbul Wathan (HW).
Kehadiran sekolah di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah yang mengembangkan ortom HW sebagai gerakan kepanduannya ini, menjadi simbol nyata inklusivitas dan kerukunan ekosistem kepanduan di Kecamatan Plemahan.
Semangat Kebersamaan
Kepala SD Aisyiyah 1 Plemahan, Dewi Khusnul Khotimah, S.Pd., Gr., menyambut positif atensi yang diberikan kepada qobilahnya. Ia menyadari bahwa perbedaan atribut tersebut sering kali memancing perhatian, namun hal itu justru disambut dengan senyuman dan semangat kebersamaan.
“Kehadiran Hizbul Wathan memang kerap menjadi daya tarik dan pusat perhatian dalam perhelatan kepanduan seperti ini. Hal tersebut tidak bisa dihindari, mengingat seragam kebesaran HW memang memiliki ciri khas yang berbeda dari Pramuka,” ujar Dewi saat ditemui usai apel.
Meski memiliki atribut yang berbeda, Dewi menekankan bahwa esensi pendidikan dari kedua gerakan ini adalah sama. Ia menyoroti bahwa baik Pramuka maupun Hizbul Wathan berakar pada prinsip kepanduan yang universal.
“Meskipun terdapat perbedaan secara lahiriah antara HW dan Pramuka, kami selalu menekankan bahwa kita berada pada visi dan tujuan yang sama. Pramuka adalah gerakan kepanduan, begitu pula dengan HW. Keduanya sama-sama bertujuan membentuk karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, cinta tanah air, dan berakhlak mulia. Kan hakikatnya, kita sama-sama berlomba-lomba dalam kebaikan,” tegasnya.
Sinergi
Dewi juga mengapresiasi keharmonisan yang terjalin antar-Gugus Depan di Plemahan. Ia berharap sinergi ini dapat terus menghapus stigma eksklusivitas di tengah masyarakat.
“Kami sangat bersyukur melihat ekosistem kepanduan di Plemahan ini tumbuh dengan begitu harmonis. Kami berharap masyarakat luas dapat memandang HW bukan sebagai organisasi yang berseberangan dengan Pramuka, melainkan sebagai varian gerakan kepanduan yang memiliki kekhasan nilai-nilai islami. Mewakili keluarga besar SD Aisyiyah 1 Plemahan, kami mengucapkan Selamat Hari Pramuka ke-65,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam amanatnya, Ketua Kwarran Kecamatan Plemahan, Siswoyo Haryoko, menyoroti tantangan generasi muda di era modern dan pentingnya pembentukan karakter. Apel peringatan tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, yang selaras dengan cita-cita kemandirian nasional.
“Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi mudanya untuk menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat. Kemampuan penguasaan teknologi akan semakin berarti apabila disertai karakter yang memberikan arah, agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” terang Siswoyo di hadapan para peserta apel.
Siswoyo juga menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan saat ini harus terus berkembang. Dari yang awalnya berprinsip learning by doing (belajar sambil melakukan), kini harus melangkah lebih jauh menjadi learning, creating, and solving.
“Kami ingin setiap anggota pandu memiliki wawasan, keterampilan, serta keberanian untuk mencoba gagasan yang dapat dikembangkan di Gugus Depan, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, gerakan kepanduan dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments