Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Ibrah Rayap dan Laron bagi Manusia

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Ibrah Rayap dan Laron bagi Manusia
Rayap bisa saja membuat rumah manusia dari kayu menjadi ambruk tak berdaya. Foto: pisauikan/pixabay..
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Keempat, Matikan lampu supaya laron tidak berterbangan di sekitar.

Rayap yang bersayap dikenal dengan nama laron. Biasanya laron terbang diwaktu jelang dan malam hari. Umumnya terbang menuju lampu yang menyala dan terang benderang. Hewan itu berbondong-bondong menuju lampu.

Bahkan, hewan itu seakan berebutan menuju lampu itu, hingga sayapnya rontok dan berjatuhan di bawah. Termasuk tubuhnya juga jatuh karena tidak dapat terbang lagi. Diantaranya kembali masuk ke dalam tanah atau sarangnya.

Hal yang mengganggu manusia pada saat mereka berterbangan adalah dapat mengotori rumah. Sayap-sayap dan tubuhnya bisa membuat pakaian atau badan manusia terkena sampahnya itu.

Oleh karena itu saat rayap berterbangan, lalu segera matikan lampu dan biarkan dalam gelap. Dalam keadaan seperti itu laron akan pergi ke tempat lain yang diketahui masih ada cahaya yang terang benderang dari sorotan lampu.

Mematikan lampu di waktu malam ini sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ternyata diantara maslahatnya bagi manusia saat itu adalah untuk mencegah datangnya rayap dan mengotori rumah dan perabotannya, selain juga manfaat lainnya.

Tentang mematikan lampu di waktu malam disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Padamkanlah lampu- lampu pada malam hari ketika kalian tidur,kuncilah pintu, tutuplah kendi-kendi, dan tutuplah makanan dan minuman.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kelima, Cegah rayap meluas secara baik.

Jika rayap dibiarkan memakan kayu-,kayu rumah termasuk perabotan rumah tangga tentu dapat merusak dan membahayakan penghuni serta pemiliknya.

Karena itu agar rayap tidak semakin luas daya rusaknya tentu harus dicegah dan di antisipasi. Mencegah dan mengantisipasinya harus dengan cara-cara antara lain:

1. Menggunakan bahan alami atau pengawet:

2. Memanfaatkan olesan kapur sirih, minyak kayu putih, minyak cengkeh, atau

3. Menggunakan kayu yang sudah diawetkan/tahan rayap (seperti kayu ulin atau merbau)’.

Cara mencegah berkembangnya dan semakin luasnya aktivitas rayap yang makin tinggi daya rusak harus dicegah dengan cara apa saja. Hanya ada satu saja yang jelas-jelas dilarang. Yaitu cara dibakar atau membakarnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Hal ini ditegaskan dalam hadits “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang keras memusnahkan makhluk hidup dengan cara dibakar. Beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud).

Keenam, ibrah baik dan buruk dari rayap

Rayap dapat memberi ibrah atau pelajaran baik dan berharga pada manusia.

1. Kerja ikhlas. Rayap bekerja saja dengan ikhlas tanpa batas. Bukti serangga ini ikhlas karena bekerja sambil bertasbih. Semua hewan bertasbih kepada Allah Azza Wa Jalla. . (QS Al-Isra’ Ayat 44)

2. Kerja cerdas. Rayap termasuk serangga yang cerdas, khususnya dalam mencari makan dan membolongi kayu dan sejenisnya. Bagian kayu yang keras dan alot sehingga tidak bisa digigit dan dikunyah ya cari yang lain. Dari dalam tanah rayap naik ke atap rumah manusia.

Kecerdasan serangga khususnya rayap dapat dilihat dari bagaimana hewan itu menggerogoti tongkat nabi Sulaiman alaihi sallam. Sehingga jin penjaganya menjadi tahu jika nabi Sulaiman telah meninggal dunia. (QS. Saba’:14).

3. Kerja keras dan tawakal. Bukti rayap kerja keras dan tawakal adalah tidak berhenti bekerja sepanjang waktu secara terus-menerus dan sungguh-sungguh dalam mencapai tujuannya. Dengan kerja keras dan bertawakal ini wajarlah rayap berhasil memenuhi kebutuhan dan dalam mencapai tujuannya. (QS. Hud:56).

Namun ibrah buruknya tak perlu diikuti. Jika rayap sudah bersayap menjadi laron terbang tinggi dan mendekati cahaya api.

Bukan lampu listrik, tapi api yang membakar, lalu laron pun masuk ke api itu dan terbakar.

Ini ibrah buruk laron atau rayap bersayap, agar hati-hati, jika diri sendiri sudah sukses, tidak membuat lupa diri, hingga terjerumus ke dalam api neraka.

Seperti perumpamaan di dalam hadits shallallahu alaihi wa sallam sebagai berikut.

“Perumpamaanku dan perumpamaan kalian adalah bagaikan seorang lelaki yang menyalakan api, lalu mulailah belalang-belalang dan laron (atau ngengat yang) berjatuhan ke dalam api itu, sedangkan orang itu selalu berusaha mengusirnya dari api tersebut.

Dan aku memegang ujung pakaian kalian agar kalian tidak terjerumus ke dalam neraka, namun kalian (selalu) terlepas dari tanganku.” (HR. Bukhari no. 6483 dan Muslim; Muttafaq ‘alaih).

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 28/10/2026 16:11
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu