Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Istighfar Setiap Hari: Amalan Pembuka Rezeki dan Penolong Hidup

Iklan Landscape Smamda
Istighfar Setiap Hari: Amalan Pembuka Rezeki dan Penolong Hidup
Foto: onathan Kitchen/Stockbyte/Getty Images
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah

Istighfar bukan sekadar ucapan memohon ampun kepada Allah SWT, tetapi juga amalan yang membawa banyak keberkahan dalam hidup.

Dengan memperbanyak istighfar setiap hari, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan hati, dimudahkan urusannya, dilapangkan rezekinya, serta mendapatkan doa dari para malaikat.

Bahkan, doa istighfar yang diajarkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam QS Ibrahim ayat 41 mengandung makna bakti kepada orang tua dan kepedulian kepada seluruh kaum mukminin.

“Ya Rabb kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh kaum mukminin pada hari terjadinya hisab (hari Kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, sering kali manusia lupa bahwa hati juga membutuhkan “istirahat”.

Tubuh mungkin lelah karena pekerjaan, pikiran penat karena persoalan hidup, tetapi yang paling sering kering adalah ruh dan hati kita.

Salah satu cara paling sederhana namun sangat dahsyat untuk menenangkan hati adalah dengan memperbanyak istighfar.

Istighfar bukan hanya ucapan di bibir. Ia adalah pengakuan seorang hamba bahwa dirinya penuh kekurangan, banyak salah, dan sangat membutuhkan ampunan Allah SWT.

Bahkan para nabi yang maksum pun memperbanyak istighfar. Maka bagaimana dengan kita yang setiap hari tak luput dari dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disadari?

Betapa indah doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ini. Dalam satu doa, beliau memohon ampun untuk dirinya, kedua orang tuanya, dan seluruh kaum mukminin. Sebuah doa yang luas, penuh kasih sayang, dan mengajarkan kepedulian kepada sesama.

Perbanyaklah istighfar seperti ini, karena begitu banyak manfaat yang akan kita rasakan dalam kehidupan.

Allah Lebih Mendengar Istighfar Kita

Ketika kita membaca doa yang diajarkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, sejatinya kita sedang mengikuti jejak seorang kekasih Allah. Ada keberkahan besar ketika seorang hamba meneladani doa-doa para nabi.

Bayangkan seorang anak kecil yang meniru ucapan ayahnya yang saleh. Kalimat yang sama, tetapi terasa lebih indah dan lebih beradab. Begitu pula ketika kita menggunakan doa para nabi. Kita belajar merendahkan diri dengan cara yang dicintai Allah SWT.

Di saat banyak orang merasa hidupnya penuh masalah dan doa-doanya terasa belum terkabul, boleh jadi yang kurang bukan banyaknya permintaan, tetapi kurangnya istighfar dan kerendahan hati di hadapan Allah.

Di dalam doa ini, Nabi Ibrahim tidak melupakan kedua orang tuanya. Ini pelajaran besar bagi kita bahwa berbakti tidak berhenti ketika orang tua sudah renta, bahkan tidak berhenti meski mereka telah wafat.

Ada anak yang mungkin tinggal jauh dari ibunya. Tidak setiap hari bisa pulang, tidak selalu mampu memberi banyak harta. Tetapi setiap selesai salat, ia menyebut nama kedua orang tuanya dalam doa dan istighfar. Bisa jadi itulah hadiah terindah yang sampai kepada mereka.

Kadang kita sibuk menghadiahkan bunga di makam, tetapi lupa menghadiahkan doa yang tulus. Padahal doa anak saleh adalah cahaya bagi orang tuanya di alam kubur.

Mendoakan orang tua juga melembutkan hati kita sendiri. Orang yang rajin mendoakan ayah dan ibunya biasanya lebih mudah bersyukur dan lebih ringan memaafkan.

Mendapatkan Doa Malaikat

Rasulullah saw menjelaskan bahwa ketika seseorang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, malaikat akan berkata: “Aamiin, dan bagimu juga seperti itu.” (HR. Muslim)

Bayangkan jika setiap hari kita memohon ampun untuk seluruh kaum mukminin. Ada begitu banyak doa malaikat yang mengiringi hidup kita.

Mungkin kita pernah merasa sedih tanpa sebab, hati gelisah, atau hidup terasa sempit. Bisa jadi kita terlalu sibuk memikirkan diri sendiri dan lupa mendoakan orang lain.

Padahal salah satu rahasia ketenangan hidup adalah memiliki hati yang peduli kepada sesama. Orang yang suka mendoakan orang lain biasanya tidak mudah iri, tidak sibuk membenci, dan lebih lapang hatinya.

SMPM 5 Pucang SBY

Mendapatkan Pahala Sebanyak Kaum Muslimin

Betapa luas rahmat Allah SWT. Ketika kita memintakan ampun untuk seluruh kaum muslimin, kita mendapatkan pahala sebanyak jumlah mereka.

Bayangkan jutaan manusia di berbagai penjuru dunia: ada yang sedang sujud di masjid, ada yang sedang bekerja mencari nafkah halal, ada yang sedang sakit, ada yang sedang berjuang memperbaiki hidupnya. Lalu kita menyebut mereka semua dalam doa kita.

Sungguh, Islam mengajarkan hati yang luas, bukan hati yang hanya memikirkan diri sendiri.

Allah SWT berfirman dalam QS. Hud ayat 52 bahwa istighfar dapat menambah kekuatan.

Kekuatan di sini bukan hanya fisik, tetapi juga kekuatan hati. Ada orang yang hidup sederhana namun tetap tegar menghadapi ujian. Ada pula yang hartanya banyak tetapi hatinya rapuh.

Sering kali manusia mencari ketenangan ke mana-mana, padahal salah satu kuncinya ada pada istighfar. Ketika hati dibersihkan dengan memohon ampun kepada Allah, beban terasa lebih ringan.

Seorang pedagang yang usahanya sepi mungkin terus mencari strategi baru, tetapi ia lupa memperbanyak istighfar. Seorang pegawai merasa hidupnya berat, tetapi lisannya jarang memohon ampun kepada Allah. Padahal bisa jadi pintu kemudahan dibuka melalui istighfar yang tulus.

Allah Memudahkan Urusan Kita

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa istighfar termasuk sebab dimudahkannya urusan.

Kadang manusia merasa semua jalan tertutup. Sudah berusaha keras, tetapi hasil belum terlihat. Dalam kondisi seperti itu, jangan hanya sibuk memperbaiki urusan dunia, tetapi perbaikilah hubungan dengan Allah.

Ada orang yang setelah rutin beristighfar merasa lebih tenang menghadapi pekerjaan. Ada yang sebelumnya mudah marah menjadi lebih sabar. Ada yang hubungannya dengan keluarga menjadi lebih baik. Inilah keberkahan istighfar yang sering tidak disadari.

Istighfar bukan sekadar penghapus dosa, tetapi juga penenang jiwa.

Rezeki Dilapangkan dengan Istighfar

Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10-12 bahwa istighfar dapat menjadi sebab turunnya hujan, bertambahnya harta, anak-anak, dan berbagai keberkahan hidup.

Banyak orang bekerja dari pagi hingga malam demi mencari rezeki, tetapi lupa bahwa rezeki bukan hanya soal kerja keras. Ada campur tangan keberkahan dari Allah SWT.

Boleh jadi penghasilan seseorang tidak terlalu besar, tetapi hidupnya terasa cukup, keluarganya harmonis, anak-anaknya sehat, dan hatinya tenang. Itu juga rezeki.

Sebaliknya, ada orang yang hartanya melimpah tetapi hidupnya penuh kegelisahan. Karena itu, jangan pernah meremehkan istighfar.

Luangkan waktu di sela-sela aktivitas untuk mengucapkan: “Astaghfirullahal ‘azhim wa atuubu ilaih.”

Saat berkendara, setelah salat, sebelum tidur, atau ketika hati terasa sempit. Jadikan istighfar sebagai teman harian kita.

Semoga Allah SWT memberi kita taufik untuk selalu memperbanyak istighfar kepada-Nya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, membahagiakan kedua orang tua kita, melapangkan rezeki kita, serta memberikan kemudahan dalam bekerja dan beribadah.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 11/05/2026 13:49
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡