Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wanita Bercahaya: Cantik di Mata Penduduk Langit

Iklan Landscape Smamda
Wanita Bercahaya: Cantik di Mata Penduduk Langit
Foto Ilustrasi
Oleh : Ima Luthfiningrum Anggota Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidoarjo

Di era media sosial saat ini, banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi viral di mata penduduk bumi. Namun, bagi seorang Muslimah, ada pencapaian yang jauh lebih tinggi dan abadi: menjadi perbincangan indah di antara para malaikat atau “viral” di hadapan penduduk langit.

Rasulullah SAW memberikan gambaran tentang standar kesempurnaan seorang wanita dalam hadits riwayat Bukhari:

كمل من الرجال كثير ولم يكمل من النساء إلا مريم بنت عمران وأسية إمرأة فرعون

“Lelaki yang mencapai derajat sempurna itu banyak, tetapi wanita tidak ada yang bisa mencapai derajat sempurna selain Maryam binti Imran dan Asiyah istri Firaun.” (HR. Bukhari).

Belajar dari Maryam dan Asiyah

Dua sosok ini adalah potret nyata bahwa kecantikan sejati terletak pada keteguhan prinsip dan kesucian jiwa:

Maryam binti Imran: Sang Penjaga Kehormatan. Beliau dimuliakan karena keberhasilannya menjaga kesucian diri di tengah ujian berat. Allah SWT berfirman:

“Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya…” (QS. At-Tahrim: 12).

Asiyah Istri Firaun: Keteguhan Iman yang Kokoh. Meskipun hidup di istana yang penuh kemusyrikan, ia memilih Allah daripada kemewahan dunia yang fana. Doanya diabadikan dalam firman-Nya:

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga…” (QS. At-Tahrim: 11).

Kedua wanita agung ini mengajarkan bahwa standar kemuliaan di hadapan Allah bukanlah pada rupa atau harta, melainkan pada apa yang tersembunyi di dalam dada. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

إن الله لا ينظر إلى صوركم ولا إلى أجسامكم ولكن ينظر إلى قلوبكم واعمالكم

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan bentuk tubuh kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim).

Waspada Virus Materialisme

Saat materi duniawi begitu diagungkan, keteladanan Asiyah dan tokoh wanita utama lainnya layak dihidupkan kembali sebagai motivasi. Mengapa wanita? Karena sering kali wanita menjadi sasaran empuk virus materialisme, di mana harta menjadi fitnah (ujian) yang berat.

Ketika virus ini menjangkiti, prioritas hidup akan bergeser—harta diletakkan di atas segalanya. Sering kali, diskusi mengenai nafkah lahiriah menjadi tuntutan utama kepada suami, sementara “nafkah batin” berupa asupan rohani dan nasihat ukhrawi jarang sekali dikeluhkan meski hampir tak pernah diberikan.

Jika tidak waspada, kemewahan hidup akan dipamerkan seolah-olah itulah tanda kesempurnaan manusia. Fal iyaadzu billah. Hendaknya Muslimah mengutamakan iman di atas harta, karena kekayaan rohanilah yang seharusnya menjadi buruan utama kita.

SMPM 5 Pucang SBY

Karakteristik Wanita Mulia dalam Al-Qur’an

Kesadaran untuk memprioritaskan iman ini akan mengantarkan seorang wanita pada sifat-sifat mulia yang dirinci Allah dalam QS. Al-Ahzab: 35 dan QS. At-Tahrim: 4-5. Inilah karakter yang membuat hati dan amal seorang wanita bercahaya:

  1. Muslimat & Mukminat: Sosok yang berserah diri sepenuhnya dan memiliki iman yang teguh kepada Allah.
  2. Qonitat & ‘Aabidaat: Wanita yang senantiasa taat dan tekun dalam ibadah.
  3. Taaibaat: Selalu menjaga kesucian hati dengan bertaubat dan membersihkan diri dari penyakit hati.
  4. Saaihaat: Mereka yang setiap gerak langkah dan aktivitasnya ditujukan semata-mata untuk menaati Allah.

Mahkota Akhlak: Iffah dan Haya’

Kecantikan “wanita langit” terpancar dari dua pilar akhlak utama:

Al-Iffah (Menjaga Harga Diri): Sesuai QS. An-Nur: 31, yakni menjaga pandangan, menutup aurat secara sempurna, dan tidak menarik perhatian lelaki yang bukan mahram.

Al-Haya’ (Rasa Malu): Al-Qur’an menggambarkan indahnya rasa malu melalui kisah putri Nabi Syuaib saat mendatangi Nabi Musa AS dalam QS. Al-Qashash: 25:

“Kemudian datanglah salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan penuh rasa malu.”

Ia berjalan dengan tenang dan menjaga wibawa. Hal ini dipertegas dalam firman Allah:

فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

“…Maka janganlah kamu melemah-lembutkan suara (dalam berbicara) sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS Al-Ahzab: 32)

Rahasia “Natural Glow” yang Abadi

Agar cahaya tersebut tetap terpancar meski usia bertambah, ada tiga rahasia langit yang bisa kita amalkan:

  1. Cahaya Tahajud: Sujud di sepertiga malam memberikan bekas cahaya di wajah. Hasan Al-Basri pernah ditanya mengapa orang yang rajin shalat malam wajahnya tampak indah. Beliau menjawab:

“Karena mereka berduaan dengan Ar-Rahman, lalu Allah memakaikan sebagian cahaya-Nya kepada mereka.”

  1. Husnudzon (Berprasangka Baik): Penyakit hati seperti iri dan dendam adalah racun yang mempercepat penuaan wajah. Wanita yang hatinya ridha, tenang, dan selalu berprasangka baik akan senantiasa tampak awet muda secara alami.
  2. Ilmu Syar’i: Wanita berilmu memiliki pancaran yang berbeda. Ilmu membuatnya bijak dalam mendidik anak, sabar mendampingi suami, dan menjaga langkah tetap di jalan yang lurus.

Tujuan kita bukanlah sekadar menjadi cantik di mata penduduk bumi, melainkan menjadi wanita yang “viral” dan bercahaya di hadapan penduduk langit.

Mari meneladani kesucian Maryam dan keteguhan Asiyah, agar kelak kita dikumpulkan bersama mereka di dalam surga-Nya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 10/05/2026 14:57
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡