SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menerima kunjungan Visitasi Sekolah Model Progres Resik pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan implementasi Program Progres Resik yang bertujuan mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas.
Visitasi dipimpin Ketua Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., didampingi Kepala Seksi SMA, Kepala Seksi SMK, serta Pengawas Pembina. Rombongan disambut Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd., bersama Tim Sekolah Resik.
Dalam visitasi tersebut, tim meninjau berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga masjid sekolah yang menjadi pusat pembinaan karakter dan ibadah. Selain itu, lingkungan sekolah juga menjadi perhatian sebagai bagian dari implementasi Program Sekolah Model Progres Resik.
Tim melakukan pengamatan terhadap pengelolaan kebersihan, penghijauan, pengurangan sampah plastik, penataan sarana dan prasarana, serta keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.
Tim visitasi turut mengapresiasi penerapan budaya 6R, yakni Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin, dan Safety, yang telah menjadi budaya kerja di SMAMIO.
Implementasi budaya tersebut diwujudkan melalui penataan ruang belajar yang efektif dan bebas dari barang yang tidak diperlukan (Ringkas), penempatan sarana dan prasarana sesuai fungsi (Rapi), menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah (Resik), pemeliharaan fasilitas secara berkala (Rawat), pembiasaan disiplin serta kepedulian seluruh warga sekolah terhadap lingkungan (Rajin), dan penguatan aspek keselamatan melalui penyediaan jalur evakuasi, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), rambu keselamatan, serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman (Safety).
Budaya 6R tersebut menjadi fondasi dalam membangun lingkungan belajar yang berkualitas sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang dilakukan tim visitasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ketua Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik beserta jajaran, Pengawas Pembina, Kepala Seksi SMA, Kepala Seksi SMK, dan Tim Sekolah Resik yang telah melaksanakan visitasi di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik. Kehadiran serta berbagai masukan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Program Sekolah Model Resik bukan sekadar menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi membangun budaya sekolah yang sehat, tertib, aman, dan nyaman. Kami percaya bahwa lingkungan belajar yang berkualitas akan melahirkan peserta didik yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Ketua Tim Sekolah Resik SMAMIO, Sa’roni, M.Pd., mengatakan implementasi Program Sekolah Model Progres Resik telah membawa perubahan positif terhadap budaya warga sekolah, khususnya dalam upaya mengurangi sampah plastik.
“Alhamdulillah, melalui Program Sekolah Model Resik kami berhasil mengurangi penggunaan dan timbunan sampah plastik di lingkungan sekolah. Seluruh warga sekolah dibiasakan menggunakan tumbler dan wadah makan yang dapat digunakan kembali, melakukan pemilahan sampah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Program ini bukan hanya menciptakan sekolah yang bersih, tetapi juga membangun karakter peduli lingkungan sebagai budaya yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ketua Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi atas konsistensi SMAMIO dalam mengimplementasikan Program Sekolah Model Progres Resik.
“Sekolah yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, dan nyaman. Lingkungan yang positif akan membentuk karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Kami mengapresiasi komitmen SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik dalam mengimplementasikan Program Sekolah Model Resik secara konsisten. Semoga praktik baik yang telah dibangun dapat menjadi inspirasi dan direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Melalui kegiatan visitasi ini, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik semakin memperkuat perannya sebagai Sekolah Model Progres Resik yang mengedepankan budaya bersih, sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Sinergi antara sekolah, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus terjalin untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berwawasan lingkungan. Dengan komitmen tersebut, SMAMIO optimistis menjadi sekolah rujukan dalam penerapan budaya Progres Resik di Kabupaten Gresik sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments