Kota Semarang mulai dipenuhi pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Sejak Rabu (5/8/2026), rombongan peserta dari berbagai daerah terus berdatangan melalui bandara, stasiun, hingga terminal untuk mengikuti Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sedunia yang berlangsung pada 6–9 Agustus 2026 di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
Pantauan PWMU.CO menunjukkan suasana muktamar mulai terasa di berbagai sudut kota. Para peserta mengenakan jaket dan seragam merah khas Tapak Suci dengan lambang matahari Muhammadiyah di dada.
Hotel-hotel di sekitar lokasi kegiatan mulai dipenuhi tamu, sementara panitia terus melayani registrasi dan menyambut kedatangan peserta.
Wakil Ketua Panitia Muktamar XVI Tapak Suci Kota Semarang, Dr. Muhammad Munsarif, M.Kom., Ph.D., memperkirakan sebanyak 11.500 peserta akan menghadiri pembukaan muktamar di Lapangan Pancasila, Kota Semarang.
Peserta berasal dari seluruh Indonesia yang terdiri atas pimpinan pusat, pimpinan wilayah, pimpinan daerah, musyawirin, tamu undangan, peninjau, serta 52 delegasi luar negeri yang mewakili berbagai negara.
Kehadiran mereka menegaskan posisi Muktamar XVI sebagai forum internasional keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Salah seorang undangan yang tiba lebih awal adalah Dr. H. Suli Da’im, M.M., pendekar Tapak Suci sekaligus anggota Komisi E DPRD Jawa Timur. Dia telah berada di Semarang sejak Rabu (5/8/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan muktamar.
Menurut Suli Da’im, muktamar bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran Tapak Suci dalam dakwah Muhammadiyah sekaligus pembinaan karakter generasi muda.
“Saya sengaja datang lebih awal karena ingin merasakan semangat persaudaraan yang menjadi ruh Tapak Suci. Muktamar ini harus menjadi titik tolak lahirnya gagasan-gagasan besar agar Tapak Suci semakin maju, semakin mendunia, sekaligus semakin kokoh sebagai benteng ideologi Muhammadiyah,” katanya kepada PWMU.CO, Kamis (6/8/2026).

“Semoga muktamar ini melahirkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa manfaat bagi persyarikatan, umat, bangsa, dan negara,” imbuh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) ini.
Menjelang pembukaan, arus kedatangan peserta diperkirakan masih akan terus meningkat. Warna merah seragam Tapak Suci mulai mendominasi sejumlah titik di Kota Semarang, menciptakan atmosfer semarak yang menjadi penanda dimulainya perhelatan terbesar organisasi pencak silat otonom Muhammadiyah tersebut.
Selain menjadi forum permusyawaratan tertinggi Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Muktamar XVI juga diharapkan semakin mempererat ukhuwah antarpendekar dari berbagai daerah dan negara, sekaligus melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi pengembangan organisasi di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, kehadiran ribuan peserta diproyeksikan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Semarang.
Tingkat hunian hotel meningkat, begitu pula aktivitas sektor kuliner, transportasi, usaha mikro, hingga destinasi wisata yang diperkirakan akan menikmati efek berganda dari penyelenggaraan muktamar berskala internasional ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments