Selain itu, habitat tikus yang dekat dengan manusia meningkatkan risiko penularan penyakit.
Potensi penularan penyakitnya bisa melalui paparan sentuhan langsung, gigitan, atau paparan terhadap sisa kotoran, tinja, urine tikus
dr. Beny menegaskan bahwa sanitasi sanitasi lingkungan tempat tinggal yang buruk dan tidak terpelihara (kotor, jarang dibersihkan, banyak tikus) akan meningkatkan risiko penularan penyakit.
“Penyakit ini berbahaya karena menyerang fungsi vital tubuh secara sistemik,” ujarnya.
Hantavirus, imbuh dr. Benny, dapat menyebabkan gagal nafas, gagal ginjal, syok, yang berujung kematian.
“Angka kematian atau mortalitasnya cukup tinggi, bisa mencapai 40 persen,” jelasnya.
Kapan Harus ke Dokter?
dr. Benny menyarankan untuk segera memeriksakan ke dokter bila mengalami gejala awal, terutama dengan riwayat risiko paparan terhadap tikus atau lingkungan yang dekat dengan habitat tikus.
“Segera ke rumah sakit bila didapatkan gejala yang berat. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tandas dr Benny.
Apabila seseorang terpapar dengan tikus, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan diri menggunakan sabun.
Sedangkan bila mengalami gigitan tikus, penderita dianjurkan segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Ia menekankan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menghindari hantavirus.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Selalu mencuci tangan sebelum makan
- Membersihkan tangan setelah terpapar dengan lingkungan kotor
- Menjaga lingkungan tetap rapi
- Mencuci alat makan dengan sabun
- Menggunakan alat pelindung bila melakukan pekerjaan dengan risiko terpapar kotoran
- Menyimpan makanan dan alat makan di tempat tertutup
- Pembersihan tempat tinggal secara rutin
- Menghilangkan potensi tempat bersarang tikus dalam rumah
- Tutup celah yang bisa menjadi akses tikus masuk rumah
- Membasmi tikus dari lingkungan tempat tinggal, bila perlu pasang perangkap tikus
“Apabila menderita hantavirus sebaiknya dirawat di fasilitas kesehatan agar dapat dipantau atau diobservasi sakitnya, istirahat yang cukup, minum yang cukup. Terapi akan diberikan sesuai berat ringannya penyakit,” pesan dr Benny.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments