Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jidor Surya Nada PR IPM Sendangagung Buka Gelar Budaya Al-Ishlah, Kolaborasi Jidor dan Gamelan Curi Perhatian

Iklan Landscape Smamda
Jidor Surya Nada PR IPM Sendangagung Buka Gelar Budaya Al-Ishlah, Kolaborasi Jidor dan Gamelan Curi Perhatian
Jidor Surya Nada PR IPM Sendangagung tampil di awal acara Gelar Budaya dan Melekan IKPI dalam rangka Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah (Gondo Waloyo/PWMU.CO)
pwmu.co -

Jidor Surya Nada PR IPM Sendangagung tampil di awal Gelar Budaya dan Melekan IKPI dalam rangka Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah di Tribun Barat Lapangan Basket depan kantor MA Al-Ishlah, Kamis (24/9/2026) malam.

Nampak 22 siswa SMP Muhammadiyah 12 Paciran yang tergabung dalam grup tersebut tampil rapi dengan seragam putih dan peci hitam di atas panggung yang dihias banner besar “Gelar Budaya dan Melekan IKPI”.

Di hadapan 75 personil seniman jidor lintas grup di Sendangagung dan Sendangduwur, jidor yang dimainkan anak belasan tahun ini sukses mencuri perhatian. Mereka memadukan musik jidor dengan gamelan Jawa lengkap: gambang, demung, gender, saron, dan peking yang berderet di depan panggung.

Kolaborasi musik jidor dengan gamelan Jawa mampu menyelaraskan musik tradisional rancak nan elegan dengan lagu-lagu populer religi dan daerah seperti Al-I’tiraf, Kutilang, Perahu Layar, Lir-Ilir, dan Suwe Ora Jamu.

Fahmi, Razan, Faiz, Aqsho, dan Safir tampil sebagai penabuh gamelan, sedangkan Kenzo sebagai penabuh jidor, Wulida Brilian di kendang, serta Nabil, Mada, Agift, dan Ilham sebagai penabuh rebana.

SMPM 5 Pucang SBY

Penampilan Kenzo, siswa kelas IX SMPM 12 Paciran, menjadi sorotan. Nampak semangat tampil meskipun baru saja sakit beberapa hari. Dua jidor di hadapannya membuat rasa sakit itu reda dan terlupa, demikian ungkap anak pertama Zuwan ini.

“Saya baru pulih dari sakit influenza, tetapi semangat bermusik jidor membuat semangat dan harus move on,” ujarnya.

Aksi Surya Nada sebagai pembuka ini mendapat apresiasi dari para sesepuh jidor. Di usia belasan tahun mereka membuktikan bahwa regenerasi seni tradisi khas Sendangagung dan Sendangduwur berjalan. Dari panggung Al-Ishlah, embrio musisi jidor masa depan terus tumbuh. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 25/09/2026 22:39
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu