Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Rabu Spemma, Bahas Jimat dan Gelang Penolak Bala

Iklan Landscape Smamda
Kajian Rabu Spemma, Bahas Jimat dan Gelang Penolak Bala
KH Najih Ihsan mengisi kajian rutin Rabu Pagi di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Foto: Miftakul Khoir/PWMU.CO)
pwmu.co -

SMP Muhammadiyah 5 Surabaya kembali menggelar kajian rutin Rabu pagi yang diikuti seluruh guru dan karyawan sekolah, Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting lantai 2 tersebut menghadirkan anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, KH Najih Ihsan, sebagai pemateri utama.

KH Najih Ihsan menyampaikan materi Kitab Tauhid Bab 7. Tentang hukum memakai gelang, kalung, dan sejenisnya dengan keyakinan dapat menolak bala atau mara bahaya. Kajian berlangsung khidmat dan mendapat perhatian serius dari peserta.

Dalam paparannya, Najih Ihsan menjelaskan bahwa masyarakat jahiliyah pada masa dahulu sebenarnya meyakini Allah sebagai pencipta langit dan bumi. Namun, dalam praktiknya mereka tetap melakukan kesyirikan dengan menggantungkan harapan kepada selain Allah.

Hal itu sebagaimana firman Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 38 yang menerangkan bahwa hanya Allah yang mampu mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat.

“Ketika seseorang meyakini benda tertentu mampu menolak bala secara mutlak, maka hal tersebut masuk dalam bentuk kesyirikan. Karena hati bergantung kepada selain Allah,” terang KH Najih Ihsan di hadapan peserta kajian.

Dalam penyampaiannya, ia juga membacakan hadis riwayat Imam Ahmad tentang seorang laki-laki yang memakai gelang kuningan sebagai penangkal penyakit. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan agar gelang tersebut dilepas karena tidak memberi manfaat, bahkan hanya menambah kelemahan.

Menurutnya, Islam mengajarkan umat untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT dan menjauhi segala bentuk keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat.

Selain itu, KH Najih Ihsan menegaskan bahwa menggantungkan jimat, benang, ataupun benda tertentu dengan keyakinan dapat menghindarkan seseorang dari musibah termasuk perbuatan syirik. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, yang artinya “Barang siapa menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik.”

SMPM 5 Pucang SBY

Meski demikian, Najih menjelaskan bahwa penggunaan benda tertentu diperbolehkan, dengan catatan. Yaitu jika memiliki dasar ilmiah dan terbukti secara medis atau logis sebagai sebab yang benar, bukan karena keyakinan mistis.

“Islam tidak mengingkari sebab yang benar secara ilmu pengetahuan. Yang diingkari adalah keyakinan terhadap sebab yang tidak benar dan tidak memiliki landasan,” ujarnya.

Kepala sekolah Ustadz Misbach Noehruddin mengatakan, kajian rutin tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pemahaman akidah Islam bagi seluruh guru dan karyawan.

“Pengajian ini diselenggarakan untuk meningkatkan tauhid dalam jiwa guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya. Sehingga nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pengajian rutin tersebut dapat terus menjaga semangat spiritual dan memperkuat karakter Islami di lingkungan sekolah.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 13/05/2026 08:43
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡