Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kepala BPOM Ingatkan Wisudawan UMM: Jangan Sampai AI Mengendalikan Manusia

Iklan Landscape Smamda
Kepala BPOM Ingatkan Wisudawan UMM: Jangan Sampai AI Mengendalikan Manusia
pwmu.co -

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dan inovasi bioteknologi menuntut manusia tetap menjadi pengendali utama melalui kebijaksanaan dan empati. Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Kamis (9/7/2026).

Dalam orasi bertajuk “Synergizing Breakthrough of Neuroscience and Pharmaceutical Innovation with Regulatory Leadership”, Taruna Ikrar menegaskan bahwa AI merupakan hasil sintesis kecerdasan manusia, tetapi tidak memiliki kemampuan berempati.

Menurut Taruna, kecanggihan AI tidak boleh membuat manusia kehilangan kendali terhadap perkembangan teknologi.

“AI bukan hanya untuk menolong kita, tapi bisa membahayakan masa depan dan mengancam keberlangsungan umat manusia sebagai khalifah. Oleh karena itu, AI harus dikontrol oleh manusia yang punya kapasitas emosional dan wisdom,” tegasnya.

Ia menilai kecerdasan buatan bekerja berdasarkan algoritma, sehingga tetap membutuhkan manusia yang memiliki kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan.

Selain membahas AI, Taruna juga memaparkan perkembangan inovasi di bidang kefarmasian yang mulai mengarah pada living therapy, yakni terapi menggunakan sel hidup untuk mengatasi penyakit bawaan maupun kerusakan saraf akibat stroke.

Untuk mempercepat pengembangan inovasi tersebut, BPOM menerapkan konsep kolaborasi ABG (Academia, Business, Government).

Melalui konsep itu, riset perguruan tinggi, dukungan industri, dan regulasi pemerintah dipadukan dalam satu ekosistem inovasi.

“Kami memadukan 187 universitas terbaik di Indonesia dengan sekitar 50.000 industri besar untuk melakukan transfer technology dan saling melengkapi. Salah satu output-nya adalah peluncuran riset vaksin mRNA pertama di dunia untuk demam berdarah,” jelas pakar neurosains tersebut.

SMPM 5 Pucang SBY

Apresiasi terhadap perkembangan UMM juga disampaikan Dewan Pakar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D.

Menurutnya, UMM menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang berhasil memadukan pengembangan ilmu pengetahuan dengan praktik bisnis tanpa meninggalkan kualitas akademik.

“Saya salut dengan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang. Ada banyak perguruan tinggi Muhammadiyah, tapi yang berkembang pesat memadukan tempat sains dan tempat mempraktikkan ilmu seperti UMM ini tidak banyak,” ungkapnya.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., mengatakan kampus terus melakukan transformasi melalui program Center of Excellence (CoE) serta penguatan kompetensi digital mahasiswa.

Ia menegaskan, kerja sama lintas sektor, termasuk dengan BPOM, akan semakin memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan kampus.

“Ke depan, UMM akan dilandasi tiga fondasi utama yang kami sebut Excellent Solution Center, yaitu pengembangan Service Excellence Hub, Industrial and Business Partnership, serta menjadikan kampus ini sebagai Talent Incubator Pool,” terangnya.

Menurut Nazaruddin, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal pengabdian para lulusan untuk menghadirkan solusi di tengah berbagai tantangan zaman melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Revisi Oleh:
  • Satria - 09/07/2026 16:34
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu