Kepala Kepengasuhan Pondok Pesantren Al Mizan Putra, Ustaz Husnul Aqib, S.Pd., menyampaikan pesan penuh motivasi kepada santri baru dalam acara Penutupan Forum Ta’aruf dan Orientasi Santri (FORTASI) yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Al Mizan Putra, Sabtu (18/7/2026), di halaman Pondok Al Mizan Putra Kampus 2.
Kegiatan FORTASI yang berlangsung selama sepekan, sejak 13 hingga 18 Juli 2026, diikuti oleh santri baru kelas 1 MTs dan kelas 1 MA sebagai sarana pengenalan lingkungan pondok, budaya belajar, serta kehidupan kepesantrenan.
Dalam sambutannya, Ustaz Husnul Aqib mengawali dengan mengajak seluruh hadirin bersyukur kepada Allah Swt. atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan FORTASI.
“Alhamdulillah, pada malam yang berbahagia ini kita dipertemukan oleh Allah Swt. dalam acara penutupan FORTASI. Selama satu pekan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Berbagai kendala yang dihadapi panitia merupakan bagian dari proses pembelajaran agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh santri untuk senantiasa meneladani Rasulullah Saw. dalam kehidupan sehari-hari serta meneruskan perjuangan dakwah beliau.
Dalam arahannya kepada santri baru maupun santri lama, Ustaz Aqib menekankan pentingnya membangun mindset yang benar selama berada di pondok.
“Mulai malam ini ubahlah pola pikir bahwa pondok bukanlah penjara suci, melainkan rumah kedua kalian. Di sinilah kalian hidup bersama sebagai sebuah keluarga besar,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh elemen pondok, mulai dari ustaz, pengurus kamar, IPM, hingga santri senior merupakan keluarga yang siap mendampingi para santri baru. Para musyrif dan pengurus kamar diharapkan menjadi sosok orang tua sekaligus tempat berbagi cerita, berdiskusi, dan mencari solusi ketika menghadapi berbagai persoalan selama di pondok.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman asal daerah para santri merupakan anugerah yang harus disyukuri. Perbedaan latar belakang hendaknya menjadi sarana untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Walaupun berasal dari daerah yang berbeda-beda, kita adalah saudara seperjuangan dan saudara seiman. Jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk saling membantu dan saling menguatkan,” pesannya.
Selain itu, Ustaz Aqib mengajak santri menikmati setiap proses pendidikan di pondok. Menurutnya, keberhasilan tidak diraih secara instan, tetapi melalui tempaan dan perjuangan yang panjang.
“Kalau ingin menjadi pribadi yang pintar, hafal Al-Qur’an, memahami ilmu agama maupun ilmu umum, maka nikmatilah prosesnya. Jangan menghitung berapa lama kalian di pondok, tetapi jalani setiap kegiatan dengan penuh keikhlasan,” ungkapnya.
Ia mengibaratkan pedang yang tajam lahir dari proses tempaan yang panjang. Begitu pula seorang santri yang ingin sukses harus siap ditempa melalui berbagai aktivitas pembelajaran, kedisiplinan, dan pembinaan karakter.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya memiliki cita-cita serta terus belajar untuk meraihnya. Ia mengutip firman Allah Swt. bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
“Jika ingin menjadi dosen, pengusaha, hafiz Al-Qur’an, atlet, atau profesi lainnya, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh. Allah telah menjanjikan bahwa orang-orang yang berilmu akan diangkat derajatnya,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Ustaz Aqib berharap seluruh santri aktif mengikuti berbagai kegiatan dan ekstrakurikuler yang tersedia di pondok sebagai sarana mengembangkan bakat dan potensi diri.
“Ikutilah seluruh proses ini dengan niat lillahi ta’ala. Semoga setiap lelah yang kalian jalani menjadi ibadah dan pada akhirnya mampu mengantarkan kalian menjadi anak yang saleh, berprestasi, serta mampu membahagiakan kedua orang tua,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments