Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Keripik Gadung Desa Sumberjati Berpotensi Jadi Produk Unggulan, Mahasiswa KKN Umsida Siapkan Pendampingan

Iklan Landscape Smamda
Keripik Gadung Desa Sumberjati Berpotensi Jadi Produk Unggulan, Mahasiswa KKN Umsida Siapkan Pendampingan
UMKM Keripik Gadung Desa Sumberjati Berpotensi Jadi Produk Unggulan Lokal (Reni Yolanda/PWMU.CO)
pwmu.co -

UMKM Keripik Gadung di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai produk unggulan desa berbasis pangan lokal. Potensi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Kelompok 53 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) saat melakukan observasi lapangan pada Kamis (30/7/2026).

Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui program pendampingan selama pelaksanaan KKN. Salah satu UMKM yang menjadi fokus adalah usaha Keripik Gadung milik Thohari, warga Desa Sumberjati yang juga menjabat sebagai Ketua RT 3.

Usaha tersebut memanfaatkan umbi gadung sebagai bahan baku utama yang diolah menjadi makanan ringan bernilai jual. Kehadirannya menunjukkan bahwa komoditas pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

Produksi Mandiri Jaga Kualitas Produk

Ketua KKN-P Kelompok 53 Umsida, Refhanza, menjelaskan bahwa salah satu keunggulan UMKM Keripik Gadung terletak pada proses produksinya yang dilakukan secara mandiri di satu lokasi. Seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pemotongan, penggorengan, penirisan, pendinginan, hingga pengemasan dilakukan secara terintegrasi sehingga memudahkan pengendalian kualitas produk.

“UMKM ini memiliki proses produksi yang terorganisasi dengan baik karena seluruh tahapan dilakukan secara mandiri. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kualitas produk tetap terjaga,” ujarnya.

Mahasiswa KKN-P lainnya, Kassanah, menilai produk tersebut memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas apabila didukung penguatan identitas produk dan strategi pemasaran digital.

“Keripik gadung ini memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas. Dengan pengembangan branding dan pemasaran digital, produk lokal seperti ini dapat semakin dikenal masyarakat,” katanya.

Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

Selain menerapkan proses produksi yang terjaga, Keripik Gadung juga telah memiliki sertifikat halal. Produk tersebut dipasarkan dengan harga terjangkau, yakni berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kemasan sehingga dapat dijangkau berbagai kalangan.

SMPM 5 Pucang SBY

Pemilik UMKM, Thohari, mengatakan bahwa menjaga kualitas produk menjadi komitmen utama dalam mengembangkan usahanya.

“Kami selalu berusaha menjaga kualitas produk, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan. Harapannya, konsumen merasa puas dan percaya terhadap produk yang kami hasilkan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan sertifikat halal turut meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

Siapkan Pendampingan Branding dan Pemasaran

Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa KKN-P Kelompok 53 Umsida menilai UMKM Keripik Gadung memiliki peluang untuk terus berkembang sebagai salah satu produk unggulan Desa Sumberjati. Potensi tersebut didukung oleh pemanfaatan bahan baku lokal, proses produksi yang terstandar, serta kepemilikan sertifikat halal.

Hasil observasi ini akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan selama pelaksanaan KKN, khususnya pada penguatan branding, inovasi kemasan, dan pemasaran digital. Melalui langkah tersebut, mahasiswa berharap produk Keripik Gadung dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Sumberjati. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 31/07/2026 15:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu