Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketika Ikhtiar dan Doa Bertemu: Arif SMAMDA Tembus Al-Azhar

Iklan Landscape Smamda
Ketika Ikhtiar dan Doa Bertemu: Arif SMAMDA Tembus Al-Azhar
Arif Rahman Khabibullah, murid SMAMDA Sidoarjo yang diterima di Universitas Al-Azhar Mesir. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Jalan menuju Universitas Al-Azhar bukanlah jalan yang mudah. Itulah yang dirasakan Arif Rahman Khabibullah, murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, dalam perjalanan panjangnya menembus salah satu kampus Islam bergengsi dunia.

Dalam wawancara pada 30 April 2026, Arif mengisahkan bahwa sejak awal ia sudah memahami konsekuensi dari pilihan besarnya. Belajar ke Timur Tengah bukan sekadar mimpi, tetapi membutuhkan kesiapan ilmu dan mental yang matang.

“Bukan suatu proses yang mudah menurut saya, karena kita benar-benar harus siap secara ilmu dan juga mental,” ungkapnya.

Namun, di balik setiap usaha yang ia jalani, Arif meyakini ada kuasa Allah yang mengatur segalanya. Baginya, keberhasilan bukan semata hasil kerja keras, tetapi juga buah dari doa dan ketundukan kepada kehendak-Nya.

“Semua atas izin Allah dan ridha-Nya. Kita hanya bisa berusaha, belajar, dan terus berdoa,” tuturnya.

Hari-hari yang dilaluinya pun tidak selalu ringan. Rasa lelah, jenuh, bahkan keraguan sempat hadir. Tetapi Arif memilih untuk tidak berhenti. Ia terus melangkah, menjaga konsistensi, dan menguatkan niat.

“Tidak pernah kenal lelah untuk terus belajar dan berdoa,” tambahnya.

Syukur yang Menguatkan, Mimpi yang Diperjuangkan

Saat kabar kelulusan itu datang, Arif merasakan kebahagiaan yang tak mudah dilukiskan. Diterima di Universitas Al-Azhar menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya, karena bisa diterima di universitas Islam ternama di dunia,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Namun, bagi Arif, keberhasilan ini bukan akhir perjalanan. Justru di sinilah langkah baru dimulai—langkah yang menuntut istiqamah, kesungguhan, dan tanggung jawab yang lebih besar.

Ia pun berpesan pada dirinya sendiri agar tetap menjaga niat dan memaksimalkan kesempatan yang telah Allah berikan.

“Semoga saya bisa tetap istiqamah dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ucapnya penuh harap.

Tak hanya untuk dirinya, Arif juga menitipkan pesan bagi teman-temannya. Ia mengajak untuk berani bermimpi besar, namun tidak berhenti pada angan semata.

“Mimpilah setinggi mungkin, karena semua itu gratis. Tapi jangan hanya bermimpi, wujudkan dengan usaha dan doa,” pesannya.

Bagi Arif, mimpi bukan milik mereka yang sekadar berharap, tetapi milik mereka yang mau berjuang dan berserah diri kepada Allah. Sebab, ketika usaha dipadukan dengan doa, maka tidak ada yang mustahil dalam ketetapan-Nya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 01/05/2026 21:30
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu