Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan pada Ahad kelima setiap bulan oleh Ikatan Keluarga Alumni Haji (IKAH) Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBIHU) Kota Surabaya terbuka untuk seluruh warga. Hal itu ditegaskan Ketua IKAH KBIHU PDM Kota Surabaya Maryono dalam Kajian Ahad Pagi di Surabaya, Ahad (30/8/2026).
Maryono menjelaskan, penyelenggaraan Kajian Ahad Pagi Pencerah dibagi berdasarkan pekan pelaksanaannya. Kajian pada Ahad keempat setiap bulan dilaksanakan oleh Majelis Tabligh, sedangkan pelaksanaan pada Ahad kelima diserahkan kepada IKAH KBIHU.
Menurutnya, meskipun penyelenggaraan Ahad kelima berada di bawah IKAH KBIHU, kajian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi alumni haji dan umrah atau anggota KBIHU.
“Pengajian Ahad kelima sifatnya umum. Siapa pun boleh ikut, tidak khusus untuk alumni KBIHU Kota Surabaya saja,” ujar Maryono.
Ia mengatakan, antusiasme warga untuk mengikuti kajian tetap terlihat meskipun pada waktu yang sama terdapat berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan di sejumlah wilayah Surabaya.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini hampir memenuhi kursi yang disediakan. Walaupun ada pesaing kuat di luar sana, yaitu karnaval 17-an, kita masih punya semangat yang tinggi untuk datang dan hadir memenuhi tempat ini,” tuturnya.
Maryono juga menyampaikan terima kasih kepada peserta yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kajian. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, baik terkait tempat, hidangan, maupun hal teknis lainnya.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan hadir di tempat ini dan meluangkan waktunya. Mudah-mudahan semuanya mendapatkan keridaan dari Allah sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Ketua PDM Ajak Warga Perbanyak Kebaikan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Drs. Muhammad Ridwan, M.Ag., mengapresiasi antusiasme warga Persyarikatan dalam mengikuti berbagai kajian yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah.
Menurutnya, kehadiran warga dalam berbagai kegiatan pengajian menunjukkan kecintaan terhadap kegiatan keilmuan dan pembinaan keagamaan di lingkungan Persyarikatan.
Ridwan kemudian mengajak warga untuk senantiasa memikirkan dan melakukan kebaikan kepada siapa pun, termasuk melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus selalu memikirkan dan berbuat kebaikan untuk siapa pun, sekecil apa pun. Mengapa? Karena kita tidak tahu kebaikan apa yang bisa membawa kita ke surga,” jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa kebaikan tidak selalu berupa amal besar. Menurut Ridwan, tindakan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas juga dapat menjadi jalan datangnya pertolongan dan rida Allah.
“Kita tidak tahu semuanya. Seperti kisah seorang wanita pezina yang masuk surga karena berbuat baik, membeli minum untuk anjing itu saja yang menjadikan sebab rida Allah,” tuturnya.
Ridwan juga mengaitkan pesan tersebut dengan aktivitas warga Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak warga untuk tidak melewatkan kesempatan berbuat baik, termasuk ketika menemukan sesuatu yang dapat membahayakan orang lain di jalan.
“Kita juga mungkin dengan ego kita, di jalan bertemu kotoran atau barang-barang yang membahayakan, disingkirkan. Lalu ada orang yang tidak mampu, kita kasih minum, kita kasih makan. Mungkin dari situlah yang akan memberikan rida Allah,” katanya.
Dorong Aktivitas yang Sehat dan Bermanfaat
Dalam sambutannya, Ridwan juga menyinggung aktivitas jalan sehat dan GowesMU yang menjadi bagian dari kegiatan warga Muhammadiyah. Ia berharap kegiatan olahraga tidak sekadar bertujuan menjaga kesehatan, tetapi juga memiliki manfaat sosial bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan nanti di tingkat daerah, dalam puncak milad itu juga ada jalan sehat. Tetapi jalan sehatnya seperti yang disampaikan oleh Gowes tadi, jadi berjalan supaya sehat, daripada menjadi pantas,” ujarnya.
Ridwan juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kegiatan peringatan kemerdekaan agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ia menyinggung sejumlah kegiatan hiburan yang menurutnya perlu diperhatikan agar tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Selain itu, ia mengajak warga untuk memberikan pendidikan keagamaan kepada keluarga dan lingkungan terdekat.
“Ajarlah siapa pun yang ada di keluarga kita, apakah keluarga kita, apakah tetangga kita, supaya selalu mengikuti ajaran-ajaran Muhammadiyah, ajaran Islam melalui Muhammadiyah,” tegasnya.
Ridwan juga mengutip pesan Al-Qur’an mengenai tanggung jawab menjaga diri dan keluarga dari keburukan kehidupan akhirat.
Di akhir sambutannya, Ketua PDM Kota Surabaya menyampaikan apresiasi kepada warga yang hadir dalam kajian. Ia juga menyinggung beragam cara yang ditempuh peserta untuk datang ke lokasi, mulai dari berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, hingga kendaraan lainnya.
“Tadi saya melihat ada yang naik BEMO, ada yang naik sepeda, ada yang naik Gojek, ada yang jalan kaki. Ini menandakan bahwa warga Muhammadiyah Surabaya itu secara ilmunya memang beragam,” ujarnya.
Ridwan kemudian mendoakan para peserta agar diberikan kemudahan oleh Allah untuk dapat menunaikan ibadah haji.
“Mudah-mudahan semua yang hadir di sini diberi kemudahan oleh Allah untuk pergi haji, termasuk warga dan saudara,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments