Proses perjalanan dakwah nabi ibrahim mengajak ayahnya untuk meninggalkan kesyirikan dengan pertanyaan yang bijaksana “mengapa patung berhala itu disembah padahal tidak dapat melihat dan mendengar”. Pertanyaan ini sejatinya akan membuat orang sadar dan berfikir, tetapi ibrahim malah mendapatkan ancaman akan dirajam oleh ayahnya. Nabi Ibrahim memanggil ayahnya dengan kalimat “يٰۤـاَبَتِ” yang bermakna hormat dan kasih sayang yang mendalam kepada ayahnya. Perlakuan ayahnya tidak merubah sikap Nabi Ibrahim menjadi benci bahkan tetap mendoakan agar ayahnya mendapatkan keselamatan dan ampunan dari Allah SWT.
Ketiga, Berdakwah dengan akal yang bijaksana
Al-qur’an surat al anbiya: 57-63 menceritakan perjuangan Nabi Ibrahim dalam berdakwah untuk menyadarkan kaumnya. Nabi ibrahim telah berdakwah dan memberikan peringatan kepada kaumnya tetapi mereka masih tetap berada dalam kesesatan, suatu hari kaumnya ingin pergi untuk melakukan ibadah yang rutin dilakukan setiap tahun, ketika itu ibrahim diajak untuk mengikuti ibadah tersebut tetapi ibrahim tidak pergi dan mengatakan kepada kaumnya “sesungguhnya aku sedang sakit”. Kemudian setelah kaumnya pergi, ibrahim keluar dan menghancurkan semua patung dengan menggunakan kapak dan menyisakan satu patung yang paling besar kemudian menggantungkan kapak itu dipatung tersebut, tatkala kaumnya kembali mereka melihat semua patung telah hancur. Mereka seketika menuduh nabi ibrahim yang menghancurkan patung patung itu karena orang yang sering mencela berhala itu adalah Nabi Ibrahim, mereka bertanya “apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan tuhan kami wahai ibrahim?, ibrahim menjawab “sebenarnya patung yang paling besar itulah yang menghancurkan patung patung yang lain”. Secara logika bagaimana mungkin patung tersebut bisa menghancurkan patung yang lain sedangkan patung itu tidak bisa berbuat apa apa, maka ibrahim juga mengatakan kepada kaumnya “lalu mengapa kamu menyembah selain allah, patung itu tidak dapat memberikan manfaat dan mudharat sedikitpun kepada kalian”
Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamd
Jamaah sholat iduladha rahimakumullah
tantangan yang dihadapi
Sejatinya para nabi ketika berdakwah itu menghadapi banyak tantangan dan penolakan dari kaumnya, sebagaimana Nabi Ibrahim juga mendapat penolakan, ayahnya menolak untuk meninggalkan pekerjaanya sebagai pembuat patung dan tetap menyembah selain allah SWT, ayahnya mengancam ibrahim akan dirajam jika tetap menanyakan tentang patung yang dibuatnya.
Tindakan Nabi Ibrahim saat menghancurkan semua berhala juga mendapatkan perlakuan tercela, kala itu kaumnya mengumpulkan kayu dari berbagai tempat dan kayu itu dibakar. Setelah api menyala bergejola tinggi Nabi Ibrahim dilembar kedalamnya tepat ditengah tumpukan kayu dan disaksikan oleh kaumnya. Allah berfirman
قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ
Artinya: Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS Al-Anbiya: 69)
atas perintah Allah api yang panas itu menjadi dingin dan sejuk serta menjadi penyelamat bagi Nabi Ibrahim.
Hikmah spiritual dari kisah Nabi Ibrahim bahwa manusia diberikan nikmat dan anugrah akal yang luar biasa, melalui akal kita bisa berfikir dengan bijaksana dan menggunakannya untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah. Akan selalu ada tantangan yang kita hadapi tetapi selalu ingat pertolongan Allah akan selalu ada, mungkin saja pertolongan Allah datang diakhir ketika kita berserah diri kepadanya.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَّمٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ





0 Tanggapan
Empty Comments