Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN 34 Umsida Bagikan 100 Bibit Cabai, Dorong Ketahanan Pangan Warga Dusun Wonomerto

Iklan Landscape Smamda
KKN 34 Umsida Bagikan 100 Bibit Cabai, Dorong Ketahanan Pangan Warga Dusun Wonomerto
Mahasiswa KKN-P 34 UMSIDA Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Penanaman dan Pembagian Bibit Cabai kepada Warga Dusun Wonomerto (Novita Eka R/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendorong ketahanan pangan keluarga melalui program penanaman dan pembagian bibit cabai kepada warga Dusun Wonomerto, Desa Wonomerto, Ahad (9/8/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai media budidaya tanaman produktif. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN 34 Umsida membagikan 100 bibit cabai kepada warga secara langsung dari rumah ke rumah. Mahasiswa juga menanam 25 bibit cabai dan pepaya di lahan yang telah disiapkan sebagai kebun percontohan.

Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan PanganM

Sebelum penanaman, mahasiswa terlebih dahulu bergotong royong membersihkan lahan, mengolah tanah, membuat bedengan, serta menyiapkan media tanam. Setelah lahan siap, mahasiswa bersama-sama menanam bibit cabai dan pepaya.

Ketua Kelompok KKN 34 Umsida Reygandy M.B. mengatakan, program tersebut berawal dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih terdapat lahan pekarangan warga yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Setelah melakukan observasi di Dusun Wonomerto, kami melihat masih terdapat pekarangan yang belum dimanfaatkan. Dari kondisi tersebut, kami berinisiatif melaksanakan program pembagian bibit cabai serta penanaman cabai dan pepaya. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian kebutuhan dapur, khususnya cabai,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah bibit yang dibagikan. Perawatan tanaman oleh masyarakat hingga menghasilkan buah menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap bibit yang telah diserahkan tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat dengan baik hingga berbuah. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat, bahkan setelah kegiatan KKN berakhir,” tambahnya.

Mahasiswa Berikan Edukasi Perawatan

Selain membagikan bibit, mahasiswa memberikan edukasi kepada warga mengenai cara menanam, menyiram, dan merawat tanaman cabai. Edukasi tersebut diberikan secara langsung saat mahasiswa mendatangi rumah warga.

Pendekatan dari rumah ke rumah atau door to door tersebut tidak hanya memudahkan pembagian bibit, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berkomunikasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Melalui kebun percontohan, mahasiswa juga berharap masyarakat dapat melihat secara langsung proses pertumbuhan tanaman hingga menghasilkan. Kebun tersebut akan dirawat secara berkelanjutan sebagai salah satu bentuk tindak lanjut program.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketua RW Dusun Wonomerto, Ali Shodikin, mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa KKN Umsida tersebut.

“Kami mengapresiasi program mahasiswa KKN Umsida ini. Pembagian bibit cabai sangat bermanfaat karena mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Kami berharap semakin banyak warga yang mulai menanam cabai maupun tanaman produktif lainnya,” ungkapnya.

Dorong Kemandirian Pangan Keluarga

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlibat dalam proses penanaman sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa mengenai teknik budidaya tanaman yang tepat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari program KKN karena masyarakat tidak hanya menjadi penerima bibit, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara memanfaatkan dan merawat tanaman secara mandiri.

Mahasiswa KKN 34 Umsida berharap program tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan bercocok tanam, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif.

Program tersebut juga diharapkan tetap memberikan manfaat setelah masa KKN berakhir. Bibit yang ditanam dan dibagikan menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian pangan dari lingkungan rumah tangga.

Sebagai bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi. Mahasiswa tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola tanaman secara mandiri.

Dengan semangat gotong royong, KKN 34 Umsida berharap tanaman yang ditanam dan dibagikan kepada warga Dusun Wonomerto dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan keluarga dan masyarakat desa. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 13/08/2026 20:46
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu