Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 94 mengajak siswa kelas IX SMP Negeri 5 Karangploso memanfaatkan kulit nanas yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan minuman probiotik, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan edukasi dan praktik tersebut berlangsung di Laboratorium IPA SMP Negeri 5 Karangploso. Selain mengenalkan pemanfaatan bahan sisa, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari proses pengolahan secara langsung melalui pembelajaran berbasis praktik.
Mahasiswa KKN MAs Kelompok 94 menyampaikan materi mengenai pengertian minuman probiotik, pemanfaatan kulit nanas, serta tahapan pengolahannya. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik yang melibatkan siswa kelas IX.
Ketua KKN MAs Kelompok 94 sekaligus pemateri, Danil, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kepada siswa bahwa bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak teman-teman kelas IX untuk melihat bahwa limbah kulit nanas tidak selalu harus dibuang. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi minuman probiotik yang menarik untuk dipelajari. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kreatif memanfaatkan bahan yang ada di sekitar,” ujar Danil.
Siswa Praktik Langsung di Laboratorium
Setelah memperoleh materi, siswa kelas IX mengikuti praktik pembuatan minuman probiotik secara langsung. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 94 memberikan arahan pada setiap tahapan, sedangkan siswa terlibat dalam proses pengolahan bahan.
Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan materi yang telah disampaikan dengan proses pengolahan secara langsung. Laboratorium IPA sekolah juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran untuk memperkenalkan pengolahan bahan melalui kegiatan praktik.
Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN MAs mendampingi siswa sekaligus memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan ketelitian dalam pengolahan bahan.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan dan praktik yang diberikan. Sejumlah siswa juga mengajukan pertanyaan mengenai bahan, tahapan pengolahan, serta pemanfaatan kulit nanas.
Pendekatan praktik tersebut membuat siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Mengenalkan Pemanfaatan Bahan Kurang Dimanfaatkan
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 94 mengenalkan konsep pemanfaatan bahan organik yang selama ini kurang dimanfaatkan. Kulit nanas yang biasanya menjadi bagian sisa dari konsumsi buah diperkenalkan kepada siswa sebagai bahan yang masih dapat diolah melalui proses tertentu.
Edukasi tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap lingkungan dan mendorong kreativitas dalam melihat potensi bahan yang tersedia di sekitar mereka.
Kegiatan edukasi dan praktik ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN MAs Kelompok 94 dalam menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik. Bagi siswa, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda melalui pemanfaatan Laboratorium IPA sebagai ruang untuk bereksperimen dan mempelajari pengolahan bahan.
Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan memiliki pengetahuan baru mengenai pemanfaatan kulit nanas sekaligus semakin tertarik pada pembelajaran berbasis sains dan praktik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments