Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 94 melaksanakan pendampingan pembelajaran sekaligus edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMP Negeri 5 Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan dan kesehatan dengan sasaran peserta didik di lingkungan sekolah.
Edukasi PHBS diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri serta kebersihan lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan meliputi cara mencuci tangan dengan baik dan benar, menjaga kebersihan diri, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Salah satu mahasiswa KKN MAs juga menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas tertentu merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui komunikasi dan diskusi bersama peserta didik.
Mahasiswa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan dan pengalaman mereka mengenai kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan metode tersebut, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak memahami penerapan PHBS secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Zul, mahasiswa kesehatan masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Palu yang turut menjadi pemateri dalam edukasi PHBS, menyampaikan bahwa masih terdapat peserta didik yang belum mengetahui konsep PHBS secara menyeluruh.
Menurutnya, edukasi tersebut penting diberikan agar siswa memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu.
“Saya menyampaikan edukasi mengenai PHBS, seperti mencuci tangan dengan baik, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat. Kesehatan diri merupakan tanggung jawab masing-masing, sehingga harus dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Dari edukasi ini, ternyata masih ada beberapa peserta didik yang belum mengetahui apa itu PHBS dan belum memahami bahwa mencuci tangan dengan benar merupakan bagian dari perilaku hidup sehat,” ujar Zul.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai PHBS di kalangan peserta didik masih perlu diperkuat.
Kegiatan edukasi ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan kembali berbagai kebiasaan hidup sehat yang sederhana, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN MAs tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak siswa mulai menerapkan kebiasaan tersebut di lingkungan sekolah.
Siswa diarahkan untuk menjaga kebersihan kelas, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan tangan, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan sehat.
Kegiatan edukasi PHBS mendapat respons positif dari peserta didik. Siswa mengikuti penyampaian materi dan edukasi dengan antusias.
Interaksi antara mahasiswa dan siswa juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih santai sehingga materi mengenai kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah.
Bagi mahasiswa KKN MAs Kelompok 94, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki sekaligus berbagi informasi kesehatan kepada masyarakat melalui lingkungan pendidikan.
Edukasi PHBS juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan sekolah dalam meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 tersebut, mahasiswa berharap peserta didik SMP Negeri 5 Ngenep dapat mulai menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga lingkungan diharapkan tidak hanya dilakukan selama kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan secara berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments