Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Guru SD Muri Dalami Fikih Ibadah dan Wawasan Tajdid di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik

Iklan Landscape Smamda
Tiga Guru SD Muri Dalami Fikih Ibadah dan Wawasan Tajdid di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik
Ustadz Tajun Nasher, Lc., M. Pd sedang menyampaikan materi Fiqih Thaharah dalam kegiatan Upgrading Faham Aqidah dan Ibadah (Ika Heri Pratiwi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti kegiatan Upgrading Faham Akidah dan Ibadah di Lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan se-Kabupaten Gresik yang bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik tersebut menjadi ruang penting bagi para pendidik untuk kembali menyegarkan pemahaman keislaman, memperkuat praktik ibadah, sekaligus meneguhkan semangat tajdid dalam kehidupan bermuhammadiyah.

Tiga guru SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD MURI) turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Ika Heri Pratiwi, S.Pd., Nurul Istiqomah, S.Pd., dan Sherra Iswanda, S.Pd. Ketiganya mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dari awal hingga akhir.

Rangkaian kegiatan dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana teduh dan khusyuk. Gema ayat-ayat Al-Qur’an kemudian berpadu dengan lantunan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, membangkitkan rasa cinta tanah air sekaligus semangat bermuhammadiyah para peserta.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh KH M. Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd., M.HES. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya proses upgrading yang tidak hanya berorientasi pada penambahan wawasan, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat kualitas pengamalan agama para guru di lingkungan AUM Pendidikan.

Materi pertama menghadirkan pembahasan Fiqih Thaharah dan Salat yang disampaikan oleh Tajun Nasher, Lc., M.Pd. dan Affan Ahwan, S.Ag. Materi tidak berhenti pada teori. Para peserta diajak memahami sekaligus menyegarkan kembali praktik ibadah berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.

Pembahasan thaharah mencakup wudu, tayamum, dan mandi besar, termasuk tata cara bersuci yang sesuai tuntunan. Wudu dikaji mulai dari ketentuan dan urutan membasuh anggota wudu hingga penyempurnaannya.

Sementara tayamum dibahas sebagai bentuk kemudahan bersuci ketika terdapat kondisi yang tidak memungkinkan penggunaan air. Adapun mandi besar dikaji sebagai tata cara bersuci dari hadas besar dengan memastikan air mengenai seluruh bagian tubuh sesuai tuntunan.

Tidak kalah penting, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai salat, mulai dari persiapan sebelum salat, syarat dan rukun, bacaan, hingga gerakan salat yang menjadi bagian dari tuntunan ibadah berdasarkan hasil tarjih Muhammadiyah.

Materi tersebut terasa semakin bermakna karena menyentuh langsung kehidupan sehari-hari seorang muslim. Air yang digunakan untuk bersuci, gerakan tangan ketika berwudu, ketenangan ketika berdiri dalam salat, hingga kekhusyukan dalam membaca bacaan salat menjadi pengingat bahwa ibadah bukan sekadar pengetahuan, tetapi sesuatu yang harus dipahami dan diamalkan dengan benar.

Memasuki materi kedua, suasana kegiatan bergeser pada pembahasan yang lebih luas mengenai Tauhid dan Tajdid yang disampaikan oleh Dr. Syamsudin, M.Ag., Wakil Ketua Bidang Tarjih dan Tajdid.

Pemikiran Islam Muhammadiyah

Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa tajdid merupakan salah satu karakteristik pemikiran Islam Muhammadiyah. Tajdid menjadi semangat untuk melakukan pembaruan berdasarkan sumber ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan Sunah, dengan pendekatan ijtihad dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan.

Tajdid dalam Muhammadiyah memiliki dua dimensi penting. Dalam bidang akidah dan ibadah mahdhah, tajdid bermakna pemurnian, yakni mengembalikan keyakinan dan praktik ibadah kepada tuntunan Al-Qur’an dan Sunah Nabi Muhammad saw.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara dalam bidang muamalat duniawiyah, tajdid bermakna pembaruan dan pengembangan kehidupan masyarakat agar mampu menghadapi perubahan zaman dengan semangat kreatif dan inovatif, tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pemahaman tersebut menegaskan bahwa menjadi bagian dari Muhammadiyah bukan sekadar mengikuti sebuah organisasi, tetapi juga memiliki cara pandang yang terus berusaha menghadirkan Islam yang berkemajuan.

Teladan

Bagi seorang guru, wawasan tajdid memiliki arti yang semakin strategis. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi teladan dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, terbuka terhadap perkembangan, namun tetap kokoh dalam prinsip akidah dan ibadah.

Salah satu peserta dari SD MURI, Nurul Istiqomah, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berharga, terutama dalam menyegarkan kembali pemahaman tentang ibadah yang selama ini dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini bukan sekadar menambah ilmu, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk kembali mengevaluasi dan memperbaiki praktik ibadah. Apa yang selama ini kita lakukan perlu terus dipastikan sesuai tuntunan,” ungkap Nurul.

Menurutnya, materi yang disampaikan juga sangat relevan bagi guru karena ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat menjadi bekal dalam memberikan keteladanan kepada peserta didik.

Sementara itu, Sherra Iswanda, S.Pd., menilai kegiatan upgrading tersebut memberikan dorongan untuk tidak hanya memahami agama secara teori, tetapi juga menghadirkannya dalam perilaku sehari-hari.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana ilmu yang kita dapat tidak berhenti di ruang kegiatan. Setelah pulang, kita harus membawa ilmu itu menjadi amal dan keteladanan, terutama ketika kembali mendampingi anak-anak di sekolah,” tutur Sherra.

Pernyataan tersebut seolah menjadi benang merah dari seluruh kegiatan: belajar untuk memahami, memahami untuk mengamalkan, dan mengamalkan untuk menjadi teladan.

Kegiatan upgrading ini akhirnya bukan sekadar agenda pelatihan satu hari. Ia menjadi momentum mengisi kembali energi spiritual para guru, memperkuat pemahaman akidah dan ibadah, serta meneguhkan semangat tajdid untuk menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 04/10/2026 21:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu