Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN P 33 Umsida Hidupkan Potensi Toga, Dukung Kesehatan Lansia Desa Jarak

Iklan Landscape Smamda
KKN P 33 Umsida Hidupkan Potensi Toga, Dukung Kesehatan Lansia Desa Jarak
Kegiatan edukasi pemanfaatan, khasiat, dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Mahasiswa KKN P Kelompok 33 Umsida di Desa Jarak, Jumat (21/8/2026). (Selvy/PWMU.CO).
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN P) Kelompok 33 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Desa Jarak melaksanakan kegiatan edukasi pemanfaatan, khasiat, dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Kegiatan ini terselenggara bersama Posyandu Lansia Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang pada Jumat (21/8/2026).

Lebih lanjut, edukasi tersebut diikuti sekitar 30 lansia, kader Posyandu Lansia, bidan desa, serta mahasiswa KKN P 33 Umsida.

Kegiatan dibuka oleh Vanesya Ardiana Putri selaku penanggung jawab kegiatan.

Selain edukasi, kegiatan juga dilengkapi dengan senam bersama dan pembagian doorprize untuk meningkatkan antusiasme peserta.

Senam Sehat Meriahkan Posyandu Lansia

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama. Senam yang dilakukan berupa gerakan ringan untuk membantu menjaga kelenturan tubuh dan kemampuan gerak lansia.

Para peserta mengikuti gerakan dengan semangat. Bahkan, setelah satu rangkaian senam selesai, beberapa lansia meminta agar senam kembali dilakukan.

Kader Posyandu Lansia Desa Jarak, Anis, mengatakan bahwa dirinya berharap kegiatan senam dapat membuat para lansia lebih aktif dan menjaga kebugaran tubuh.

“Saya cuma mau lansianya sehat” ungkap Anis saat menyampaikan usulan senam kepada mahasiswa.

Setelah senam, kegiatan berlanjut dengan pemeriksaan kesehatan dasar rutin.

Setelah pemeriksaan, peserta memperoleh obat sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan berdasarkan arahan bidan.

Menurut Anis, masih terdapat beberapa lansia yang belum rutin mengikuti Posyandu karena merasa takut mengetahui kondisi kesehatannya setelah melakukan pemeriksaan.

“Ada beberapa lansia yang tidak hadir karena merasa kalau cek kesehatan malah membuat mereka takut saat tahu penyakitnya” jelas Anis.

Perkenalkan Toga di Desa jarak

Usai pemeriksaan kesehatan, mahasiswa KKN P 33 menyampaikan edukasi mengenai pemanfaatan, khasiat, dan penanaman Toga.

Sebanyak 10 jenis tanaman diperkenalkan kepada peserta, yaitu serai merah, jahe, keji beling, kayu putih, daun salam, binahong, bunga telang, temu kunci, lengkuas, dan daun saga.

Tim KKN menjelaskan jenis, manfaat, serta cara pemanfaatan tanaman tersebut menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami para lansia.

SMPM 5 Pucang SBY

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan mengajak peserta melihat secara langsung tanaman Toga yang sebelumnya telah ditanam mahasiswa KKN P 33 di lingkungan Desa Jarak.

Kegiatan tersebut mendapat respons aktif dari peserta.

“Harapannya tanaman yang sudah ditanam mahasiswa ini bisa lebih bermanfaat untuk lansia sekaligus warga desa yang lain. Semoga bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan baik” ujar Anis.

Salah satu peserta, Hartono, menyambut positif kegiatan edukasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan memberikan pengetahuan baru mengenai tanaman yang berada di sekitar masyarakat.

“Menurut saya kegiatan seperti ini bagus karena kami jadi lebih tahu tanaman apa saja yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, senam bersama juga membuat kegiatan Posyandu terasa lebih menyenangkan” ujar Hartono.

Dari Potensi Desa Jarak

Fariz Al Gozali selaku Ketua KKP 33 mengungkapkan bahwa antusiasme lansia menjadi salah satu hal yang berkesan selama kegiatan.

“Antusiasme para lansia sangat kami apresiasi. Mereka mengikuti senam dengan semangat, menjalani pemeriksaan kesehatan, aktif bertanya saat edukasi Toga, hingga meminta senam dilakukan kembali” ungkapnya.

Menurutnya, pemilihan program edukasi Toga didasarkan pada kedekatan tanaman obat dengan kehidupan masyarakat serta potensi lingkungan Desa Jarak.

“Kami memilih edukasi Toga karena tanaman obat keluarga sebenarnya dekat dengan kehidupan masyarakat” terang Fariz.

Namun, lanjutnya,masih diperlukan pengetahuan mengenai jenis tanaman, manfaat, cara pemanfaatan, serta penanaman yang tepat.

“Kami berharap para lansia dan masyarakat Desa Jarak tidak hanya mengenal Toga, tetapi juga dapat merawat dan memanfaatkannya secara tepat sebagai salah satu bentuk pemanfaatan potensi lingkungan desa” ujar Fariz.

Fariz menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu perhatian mahasiswa KKN-P 33. Ia harap warga dapat meneruskan inovasi ini meskipun kegiatan KKN telah selesai.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu