Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kolaborasi dengan Puskesmas, SMA Muha Genteng Edukasi Siswa soal Kesehatan Mental

Iklan Landscape Smamda
Kolaborasi dengan Puskesmas, SMA Muha Genteng Edukasi Siswa soal Kesehatan Mental
Suana pelaksanaan sosialisasi P3LP di room meeting SMA Muha Genteng.(Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kelompok ekstrakurikuler PMR WIRA SMA Muhammadiyah 2 Genteng bekerja sama dengan Puskesmas Genteng Kulon menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP), Minggu (21/6/2026), di aula SMA Muha Genteng.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 30 peserta yang terdiri atas pengurus harian PMR WIRA, ketua Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) sekolah, guru pembina kesiswaan, serta guru Bimbingan Konseling (BK).

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd..

Dalam sambutannya, Ani menyampaikan apresiasi kepada petugas Puskesmas Genteng Kulon yang selama ini konsisten mendampingi berbagai program kesehatan di sekolah.

“Terima kasih bapak Sujarno selaku petugas Puskesma Genteng Kulon atas kesabaran, ketelatenan dan kesetiaannya membimbing anak-anak PMR sejak beberapa tahun silam hingga saat ini, sebagaimana kerjasama program berkala dan rutin yang telah berjalan istiqomah yaitu donor darah dan pemberian tablet vitamin tambah darah serta pelatihan-pelatihan dasar pertolongan pertama setiap awal tahun, terima kasih pak Mukson Hidayat,M.T. selaku pembina PMR yang terus update perkembangan dunia kesehatan,” ujar Ani.

Setelah sambutan kepala sekolah, materi sosialisasi disampaikan oleh Sujarno, A.Md.Kep..

Ia menjelaskan bahwa Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) merupakan dukungan emosional awal non-klinis bagi individu yang mengalami krisis, stres berat, maupun trauma.

“Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis adalah dukungan emosional awal non-klinis untuk individu yang mengalami krisis, stres berat, atau trauma. Berfungsi sebagai pertolongan pertama, program ini bertujuan mengurangi beban mental dan mencegah dampak kejiwaan yang lebih buruk sebelum ditangani oleh profesional,” ujar Sujarno.

Menurutnya, pendekatan psikologis perlu diperhatikan dalam berbagai lingkungan, termasuk sekolah, terutama saat menangani peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib.

“Terkait dengan hal tersebut diatas terutama cara atau penanganan para peserta didik yang melanggar aturan sekolah harus tetap memperhatikan faktor psikologis pada saat memberikan hukuman atau pemberian efek jera,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam pemaparannya, Sujarno menjelaskan bahwa setiap orang dapat menjadi penolong pertama bagi individu yang mengalami luka psikologis dengan menerapkan prinsip 3M.

Prinsip pertama adalah Memperhatikan, yaitu mengamati perubahan perilaku, emosi, maupun kondisi fisik seseorang serta memastikan lingkungan sekitarnya aman.

Prinsip kedua adalah Mendengarkan, yakni mendengarkan keluh kesah dengan empati tanpa menghakimi agar individu merasa aman dan dihargai.

Sedangkan prinsip ketiga adalah Menghubungkan, yaitu memberikan informasi yang tepat, menghubungkan dengan keluarga, atau merujuk kepada tenaga kesehatan dan psikolog apabila membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Sujarno menegaskan bahwa P3LP bukanlah diagnosis klinis maupun terapi, melainkan bantuan psikologis dasar yang sangat penting diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif hingga pukul 09.00 WIB.

Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan kesehatan mental yang kerap ditemui di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, PMR WIRA SMA Muha Genteng berharap para peserta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya dukungan psikologis awal serta mampu menjadi agen kepedulian kesehatan mental di lingkungan masing-masing.

Revisi Oleh:
  • Satria - 22/06/2026 09:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu