Data statistik yang kerap dianggap rumit dan membosankan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik. Gagasan itulah yang mengantarkan dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Taufiqul Akmal Alfani dan Dwinny Nurlani Pratiwi, meraih Juara 1 kategori Videografis tingkat nasional dalam ajang Statistics Data Camp by Pojok Statistik yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia.
Keduanya merupakan mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Ekonomi Pembangunan UMM. Melalui karya videografis, mereka berupaya mendekatkan informasi statistik kepada masyarakat dengan mengemas isu sosial, kependudukan, dan ketenagakerjaan dalam bentuk visual yang dinamis serta mudah dipahami.
Taufiqul Akmal Alfani mengatakan, tantangan utama dalam membuat konten berbasis data adalah menjaga perhatian penonton tanpa mengurangi ketepatan informasi yang disampaikan.
Karena itu, keduanya memadukan elemen visual yang menarik dengan alur narasi ringan agar pesan utama dalam data tetap tersampaikan.
“Konsep utama kami adalah membawakan data secara santai dan fun. Dengan begitu, audiens tidak merasa jenuh dan bisa langsung menangkap pesan penting dari data yang kami sajikan,” jelas Akmal.
Prestasi tersebut diraih setelah melalui rangkaian kompetisi yang berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Tahapan kegiatan dimulai dengan pembinaan pertama pada 22–24 Juli, kemudian dilanjutkan dengan batas pengumpulan karya pada 9 Agustus.
Setelah lolos seleksi awal, tim UMM mengikuti pembinaan intensif pada 14–15 September. Mereka kemudian mempresentasikan karya di hadapan dewan juri pada 17 September.
Nama tim UMM diumumkan sebagai finalis pada 22 September. Puncaknya, Akmal dan Dwinny dinobatkan sebagai juara utama dalam malam penganugerahan di Jakarta pada 26 September 2026.
Proses tersebut menuntut keduanya terlibat langsung dalam berbagai tahapan produksi. Mulai dari riset data, penulisan naskah, pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga penyusunan materi presentasi, seluruhnya mereka kerjakan secara mandiri.
Keterbatasan waktu dan perangkat produksi sempat menjadi kendala. Namun, dukungan dari kampus membantu mereka menyelesaikan karya hingga siap dipresentasikan.
“Peralatan kami sempat terbatas, tetapi alhamdulillah pihak kampus sangat sigap memfasilitasi kebutuhan kami hingga karya ini tuntas,” imbuhnya.
Bagi Akmal dan Dwinny, menyampaikan informasi statistik tidak cukup hanya menampilkan angka. Data perlu disusun dalam narasi yang menarik agar masyarakat dapat memahami informasi tanpa kehilangan konteks maupun akurasinya.
Pendekatan videografis menjadi pilihan mereka untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial, kependudukan, dan ketenagakerjaan secara lebih komunikatif.
Dalam prosesnya, jajaran dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan UMM turut memberikan pendampingan untuk mematangkan konsep. Pihak program studi juga memfasilitasi kebutuhan peralatan produksi yang diperlukan selama pengerjaan karya.
Kolaborasi tersebut mendukung proses pengembangan karya, mulai dari pengolahan data hingga penyampaian pesan melalui media visual.
Kemenangan di ajang BPS RI menjadi pencapaian istimewa bagi Akmal dan Dwinny karena merupakan debut mereka dalam kompetisi tingkat nasional yang langsung berbuah gelar juara pertama.
Selain membawa prestasi bagi UMM, kompetisi tersebut juga memperluas jejaring dan wawasan keduanya melalui interaksi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Akmal berharap pencapaian itu dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba hal baru, mengembangkan kemampuan, dan mengikuti kompetisi sesuai bidang yang diminati.
“Jangan ragu mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Jadikan setiap pencapaian sebagai batu loncatan untuk menaklukkan tantangan berikutnya,” pungkasnya.
Prestasi Akmal dan Dwinny menunjukkan bagaimana pengetahuan akademik dapat dipadukan dengan kreativitas visual untuk menyampaikan informasi secara lebih komunikatif. Melalui pendekatan tersebut, data statistik tidak hanya menjadi deretan angka, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi untuk memperluas pemahaman masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments