Sebanyak 87 siswa kelas V SD Aisyiyah 1 Nganjuk yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler literasi melaksanakan kunjungan belajar dan edukasi jurnalistik ke Radio Cakra Krisna, frekuensi 106.1 MHz FM, pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, ini bertujuan memperluas wawasan siswa tentang dunia jurnalistik dan penyiaran radio (broadcasting) melalui pengalaman belajar secara langsung.
Rombongan yang didampingi oleh tujuh guru tersebut berangkat dari Nganjuk menggunakan tiga armada bus dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Setibanya di lokasi, kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Radio Cakra Krisna merupakan stasiun radio lokal berbasis berita dan informasi yang mengudara di wilayah Kabupaten Nganjuk. Melalui kunjungan ini, para siswa berkesempatan mengenal lebih dekat proses kerja di balik penyampaian berita dan informasi kepada masyarakat melalui media radio.
Dalam sesi edukasi, para siswa tampak antusias menyimak penjelasan Pimpinan Redaksi Radio Cakra Krisna, Mahbub Jamal. Ia memaparkan proses produksi berita, mulai dari penerimaan dan penyaringan informasi hingga penyampaian berita kepada masyarakat melalui siaran radio.
Mahbub menjelaskan bahwa sebuah informasi tidak serta-merta disiarkan kepada publik. Ada tahapan yang harus dilalui untuk memastikan informasi dapat disampaikan secara tepat. Proses tersebut dimulai dari meja gatekeeper, dilanjutkan ke redaktur, kemudian penyiar, hingga akhirnya informasi diterima oleh masyarakat sebagai pendengar.
Penjelasan tersebut memberikan pemahaman kepada siswa bahwa di balik sebuah siaran radio terdapat proses kerja yang membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, serta kerja sama tim. Informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui proses penyaringan dan penyuntingan agar layak serta bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kunjungan edukasi hari ini mereka juga diberi kesempatan untuk berkeliling memasuki beberapa ruangan produksi siaran seperti ruang gatekeeper, produksi suara dan mengenal beberapa jenis peralatan siaran.
Selain mengenalkan alur produksi berita, Mahbub Jamal juga menjelaskan tiga keterampilan utama yang perlu dikuasai seorang penyiar, yaitu intonasi, artikulasi, dan aksentuasi. Intonasi berkaitan dengan tinggi rendahnya nada suara, artikulasi menyangkut kejelasan pengucapan, sedangkan aksentuasi merupakan penekanan pada kata atau bagian tertentu agar pesan tersampaikan dengan baik.
Materi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memahami pentingnya keterampilan berbicara, keberanian menyampaikan pendapat, serta kemampuan berkomunikasi secara jelas dan percaya diri. Keterampilan ini tidak hanya dibutuhkan dalam dunia penyiaran, tetapi juga berguna dalam kegiatan belajar di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin menarik ketika Mahbub Jamal mengajak sejumlah siswa menjadi relawan untuk mempraktikkan podcast sederhana. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh wawasan bagaimana menjalankan peran sebagai penyiar dan narasumber dalam sebuah siaran radio.
Salah satu peserta, Faiha, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Seru, Bu, senang sekali mengikuti kegiatan ini,” ujar Faiha dengan penuh antusias.
Kegiatan Edukatif
Kegiatan kunjungan edukatif ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menyimak, mengolah informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara lisan dengan baik.
Melalui interaksi langsung dengan para praktisi penyiaran, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya memilah informasi, mengenali proses terbentuknya sebuah berita, dan menggunakan media secara bijak. Pengalaman ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat serta keberanian siswa untuk mengeksplorasi potensi diri di bidang komunikasi dan jurnalistik.
Keberanian untuk mencoba, kemauan untuk terus belajar, dan kebiasaan berpikir kritis merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Dengan semangat literasi, siswa SD Aisyiyah 1 Nganjuk diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga cerdas menyaring informasi, santun dalam berkomunikasi, serta berani menyuarakan kebenaran. Sebab, perubahan besar dapat berawal dari rasa ingin tahu yang sederhana, pengalaman belajar yang bermakna, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments