Muhammadiyah terus mendorong transformasi layanan keumatan berbasis teknologi melalui digitalisasi pengelolaan kurban. Tahun ini, Muhammadiyah mulai mengelola transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi QurbanMu yang hadir di aplikasi MASA hasil kolaborasi antara LabMu dan Lazismu.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun tata kelola amanah umat yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan siap menghadapi kebutuhan masyarakat di era digital.
Melalui platform QurbanMu, masyarakat dapat menjalankan seluruh proses kurban dalam satu ekosistem digital, mulai dari pemilihan hewan kurban, pembayaran secara daring, hingga proses pengelolaan dan distribusi yang dilakukan melalui jaringan Muhammadiyah dan Lazismu di berbagai daerah.
Transformasi ini dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital yang praktis tanpa mengurangi nilai ibadah, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan yang menjadi esensi kurban.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., menegaskan bahwa layanan kurban digital melalui aplikasi MASA menjadi pilihan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beribadah, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan yang lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kolaborasi ini, LabMu berperan sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah yang menyediakan infrastruktur teknologi agar seluruh proses pengelolaan berjalan lebih terintegrasi dan terukur. Sementara itu, Lazismu bertanggung jawab memastikan pengelolaan dan distribusi kurban dilaksanakan sesuai prinsip syariah, profesionalitas, serta kebermanfaatan sosial.
Muhammadiyah melihat minat masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, terutama dari kalangan yang membutuhkan kemudahan akses tanpa harus datang langsung ke lokasi penyelenggaraan kurban.
Selain mempermudah proses transaksi, sistem digital juga memungkinkan pengelolaan data yang lebih baik sehingga distribusi manfaat dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas implementasi digitalisasi kurban yang dinilai mampu memberikan kemudahan bagi para mudhohi dalam menunaikan ibadah kurban.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 sapi, 30 kambing, dan 22 domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para mudhohi untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan jemari di gawainya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para mudhohi yang telah mempercayakan pelaksanaan kurbannya melalui Lazismu.
“Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat dan tersalurkan secara amanah kepada yang membutuhkan. Kami berharap penghimpunan kurban terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas, termasuk untuk masyarakat di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta wilayah yang terdampak bencana,” katanya.
Kolaborasi antara LabMu dan Lazismu ini sekaligus menjadi bagian dari visi jangka panjang Muhammadiyah dalam membangun ekosistem layanan umat berbasis teknologi yang terintegrasi. Tidak hanya untuk layanan kurban, tetapi juga berbagai program sosial, filantropi, dan pemberdayaan ekonomi umat di masa depan.
Melalui transformasi digital tersebut, Muhammadiyah berharap pelayanan kepada masyarakat dapat semakin efektif, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai amanah yang menjadi fondasi utama gerakan Persyarikatan.





0 Tanggapan
Empty Comments