Liburan sekolah tidak selalu identik dengan aktivitas bersantai. Bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang dikelola Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari Surabaya, masa libur semester justru dimanfaatkan sebagai sarana membangun karakter, kemandirian, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi anak-anak asuh.
Melalui kegiatan bertajuk “Liburan Ceria dan Bermakna”, pengurus, karyawan, serta anak-anak asuh LKSA mengikuti perkemahan di alam terbuka yang digelar di Klurak Eco Park, Sidoarjo, selama dua hari, Selasa-Rabu (7–8/7/2026).
Kepala LKSA, H. Abu Hasan, turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan bersama istrinya. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut berkat dukungan para donatur.
“Alhamdulillah, kami menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh donatur yang telah memercayakan amanah sosial dan kemanusiaannya kepada LKSA Tambaksari. Berkat sokongan tulus mereka, anak-anak asuh kita dapat menikmati liburan yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga sarat akan nilai edukasi dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan para donatur menjadi modal penting dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan pengalaman berharga sekaligus membangun kepribadian anak-anak asuh.
Meski berada di alam terbuka, seluruh peserta tetap menjalankan ibadah dengan disiplin. Saat azan berkumandang, seluruh aktivitas dihentikan untuk melaksanakan salat berjamaah.
Pengasuh sekaligus Kepala Asrama LKSA, If Sujana, mengingatkan bahwa bepergian bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban beribadah.
“Sekalipun kita sedang berada di alam bebas, salat lima waktu tidak boleh ditinggalkan. Di sinilah indahnya Islam, kali ini kita akan mempraktikkan salat dengan cara jamak dan qasar sebagai bentuk rukhsah atau keringanan syariat yang Allah berikan khusus bagi para musafir,” pesannya.
Materi fikih safar tersebut langsung dipraktikkan oleh para peserta. Mereka berwudu, kemudian melaksanakan salat berjamaah dengan menerapkan tata cara salat jamak dan qasar.
Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata bahwa seorang muslim tetap berkewajiban menjaga ibadah dalam kondisi apa pun.
Suasana perkemahan semakin hangat saat malam tiba dengan digelarnya acara api unggun.
Momen paling mengharukan terjadi ketika santri putri mempersembahkan lagu Kaulah Ibuku karya Haddad Alwi. Dengan membawa rangkaian bunga melati, mereka menyanyikan lagu tersebut penuh penghayatan.
Usai penampilan, para santri membagikan bunga kepada para ibu dan pengasuh perempuan yang hadir.
“Terima bunga ini sebagai tanda rasa cinta kami kepada Ibu,” ucap salah seorang santri asuh dengan suara bergetar menahan tangis.
Suasana haru pun menyelimuti lokasi perkemahan. Sebagian anak asuh yang hidup jauh dari orang tua, bahkan ada yang yatim piatu, mendapatkan pelukan hangat dari para pengasuh sebagai ungkapan kasih sayang dan kebersamaan.
Ketua MPKS PCM Tambaksari Surabaya, Muhammad Syaiful Huda, juga hadir memberikan motivasi kepada para peserta.
Ia menilai kegiatan perkemahan menjadi media efektif untuk membentuk karakter, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa syukur.
“Anak-anak kita sangat membutuhkan pengalaman empiris di lapangan yang mampu menggembleng karakter mereka secara alami. Kegiatan berkemah seperti ini secara otomatis mengajarkan pilar kemandirian, tanggung jawab personal, kerja sama tim, sekaligus menumbuhkan rasa syukur yang mendalam atas mahakarya nikmat penciptaan Allah SWT,” ujarnya.
Melalui program Liburan Ceria dan Bermakna, LKSA MPKS PCM Tambaksari memadukan kegiatan rekreasi dengan pendidikan karakter, penguatan spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, mandiri, dan dekat dengan nilai-nilai keislaman.





0 Tanggapan
Empty Comments