Iklan SDM 4 Mudipat 2026

LPB III Kwarda Ponorogo Resmi Dibuka, Kwarwil HW Jatim Apresiasi sebagai Pelopor di Jawa Timur

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
LPB III Kwarda Ponorogo Resmi Dibuka, Kwarwil HW Jatim Apresiasi sebagai Pelopor di Jawa Timur
Yasir Wachid Kwarwil HW Jawa Timur saat memberikan sambutan pada pembukaan LPB III Kwarda HW Ponorogo (Miftahul Rahman/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Lomba Pengenal Berprestasi (LPB) III Kwartir Daerah Kwarda Hizbul Wathan (Kwarda HW) Ponorogo resmi dibuka pada Kamis (22/10/2026) di Lapangan Japan, Kecamatan Babadan, Ponorogo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, (22–24/10/2026) ini diikuti 21 qobilah dengan total 420 peserta didik.

Dalam sambutannya, perwakilan Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Ramanda Yasir Wachid, mengapresiasi penyelenggaraan LPB III yang dinilainya sebagai terobosan di lingkungan HW Jawa Timur. Menurutnya, LPB tingkat kwarda yang digagas secara mandiri oleh Kwarda Ponorogo ini menjadi yang perdana di Jawa Timur.

“Ini merupakan event lomba tingkat kwarda yang tidak didasarkan pada instruksi dari wilayah maupun pusat, melainkan murni inisiatif Kwarda Ponorogo. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi kwarda-kwarda lain di Jawa Timur,” ungkapnya.

Yasir juga berpesan agar kader Muhammadiyah memiliki semangat untuk menjadi yang terdepan dalam berbagai bidang kehidupan. Semangat tersebut dirangkumnya dalam prinsip the first and the best.

“Seorang kader Muhammadiyah harus menjadi yang pertama dan terbaik. Jika tidak bisa menjadi yang pertama, jadilah yang terbaik. Jika tidak bisa menjadi yang terbaik, jadilah yang pertama,” tuturnya.

Yasir berharap LPB III Kwarda HW Ponorogo tidak hanya menjadi pelopor, tetapi juga mampu menjaga kualitas penyelenggaraan sehingga menjadi kegiatan yang pertama sekaligus terbaik di Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Kwarwil HW Jawa Timur belum dapat hadir secara langsung.

Mengutip pesan perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang dikenal sebagai kader Muhammadiyah, ia mengingatkan bahwa menjadi kader membutuhkan keteguhan dan keberanian.

“Sungguh berat menjadi kader Muhammadiyah. Jika ragu dan bimbang, lebih baik pulang,” ujarnya, menegaskan pentingnya kesungguhan dalam menjalankan amanah perjuangan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Bukan Sekadar Lomba, tetapi Pendidikan Kemandirian

LPB III dirancang bukan semata-mata sebagai ajang kompetisi untuk menguji keterampilan dan kemampuan peserta didik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wahana pembentukan karakter, khususnya dalam melatih kemandirian dan tanggung jawab anak.

Selama mengikuti kegiatan, para peserta belajar mengurus kebutuhan diri sendiri, mengatur waktu, membagi tugas, serta bekerja sama dengan anggota tim. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan kepanduan yang menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan tanggung jawab bersama.

Melalui beragam cabang perlombaan, setiap qobilah juga memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, mengukur hasil latihan, sekaligus belajar menghargai perjuangan dan prestasi peserta lain.

Kehadiran 21 qobilah dengan 420 peserta menunjukkan antusiasme yang besar dalam menyukseskan kegiatan ini. LPB III diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda HW yang tidak hanya unggul dalam keterampilan kepanduan, tetapi juga memiliki karakter mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Dengan inisiatif ini, Kwarda HW Ponorogo menegaskan bahwa pendidikan kader tidak cukup hanya melalui teori dan instruksi. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mengalami, mencoba, mengambil tanggung jawab, dan belajar dari proses.

LPB III pun menjadi momentum untuk membuktikan bahwa semangat fastabiqul khairat dapat diwujudkan melalui gerakan nyata: melahirkan generasi yang berprestasi sekaligus berkarakter. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 22/10/2026 15:48
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu