Mahasiswa KKN Kolaborasi Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) x Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.B.1 Sambimulyo mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman melalui kegiatan pembelajaran di SD Negeri 2 Sambimulyo, Kamis (27/8/2026).
Salah satu kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas 3 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pembelajaran kali ini menghadirkan materi “Cerdas Finansial Berbasis Syariah” oleh mahasiswa KKN dari Program Studi Perbankan Syariah, Novitri.
Kemas dengan Storytelling dan Praktik
Berbeda dari pembelajaran PAI yang biasanya, materi kali ini dikemas dengan metode yang lebih interaktif melalui storytelling dan praktik langsung.
Metode tersebut digunakan agar siswa tidak hanya memahami konsep keuangan syariah secara teori, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan literasi keuangan syariah. Mahasiswa memperkenalkan kepada siswa konsep dasar dalam mengelola keuangan secara bijak serta pentingnya membiasakan diri menabung sejak usia dini.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa kelas 3.
“Dalam Islam, kita diajarkan untuk jujur dan amanah dalam setiap transaksi. Jadi, ketika membeli atau menjual sesuatu, jangan sampai kita mengambil keuntungan dengan cara merugikan orang lain” terang Novitri.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan kisah teladan yang berkaitan dengan sikap jujur, amanah, hemat dan bertanggung jawab dalam mengelola harta.
Melalui storytelling, siswa diajak untuk memahami bahwa mengelola uang bukan sekadar tentang menyimpan dan membelanjakannya. Tetapi juga berkaitan dengan nilai-nilai moral dan ajaran Islam.
Kenalkan Nilai Penting Jual Beli
Tidak berhenti pada teori, mahasiswa kemudian mengajak siswa mempraktikkan konsep transaksi jual beli berbasis syariah.
Siswa diperkenalkan dengan nilai-nilai penting dalam jual beli, seperti kejujuran, keterbukaan, kesepakatan dan tidak merugikan pihak lain.
Suasana kelas semakin meriah ketika siswa diajak mengikuti kegiatan kreatif berupa menghias celengan.
Celengan yang telah disiapkan dihias oleh siswa dengan berbagai bentuk dan kreasi sesuai imajinasi masing-masing.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kebiasaan menabung sekaligus mengembangkan kreativitas siswa.
Sebagai penutup, mahasiswa memberikan challenge menulis motivasi menabung.
Para siswa diminta menuliskan kata-kata penyemangat atau motivasi yang dapat mendorong mereka untuk rajin menabung. Beragam kalimat motivasi pun muncul dari kreativitas siswa.
“Kalau kita punya uang, jangan semuanya langsung dibelanjakan. Sebagian bisa kita sisihkan untuk ditabung. Menabung itu bukan karena uang kita banyak, tetapi karena kita belajar mengatur apa yang kita punya” pesan Novitri di penghujung pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran tersebut mendapat antusiasme dari para siswa. Mereka terlihat aktif mengikuti materi, mendengarkan cerita, terlibat dalam praktik jual beli, hingga berkreasi menghias celengan.





0 Tanggapan
Empty Comments