Mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Calon Guru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menghadirkan inovasi digital “Sudut Cerita” di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.
Program ini menjadi ruang bagi murid dan guru untuk membagikan kisah prestasi, proses perjuangan, pengalaman, serta saling memberikan apresiasi.
Program yang merupakan bagian dari Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Prajabatan UMSURA ini disosialisasikan di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya pada Jumat (25/9/2026).
Melalui Sudut Cerita, warga sekolah diajak memahami bahwa sebuah prestasi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses dan perjuangan di baliknya.
Sesuai slogannya, “Setiap prestasi punya cerita, dan setiap cerita bisa menginspirasi,” program ini dirancang untuk menumbuhkan keberanian murid dalam bercerita sekaligus meningkatkan kepercayaan diri terhadap potensi yang dimiliki.
Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya Banjar mengapresiasi inisiatif mahasiswa PPG UMSURA tersebut. Menurutnya, Sudut Cerita sejalan dengan visi sekolah dalam membangun budaya prestasi yang tidak hanya berorientasi pada hasil.
“Saya berharap murid maupun guru dapat memanfaatkan ruang tersebut secara aktif untuk berbagi pengalaman, saling menginspirasi, dan memperkuat karakter positif di lingkungan sekolah,” katanya.
Wakil Kepala Sekolah Wasil juga menyambut baik program tersebut.
“Sudut Cerita dapat menjadi sarana pembinaan karakter karena mendorong murid untuk berani tampil dan menceritakan pengalaman mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ulfiyatin melihat peluang agar program tersebut dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran.
“Cerita-cerita inspiratif yang terkumpul, menurut dia, dapat dikembangkan menjadi bahan literasi atau bahkan buku kumpulan kisah murid. Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan,” paparnya.
Mendorong Murid Berani Bercerita
Dukungan juga datang dari para wali kelas. Mereka menilai Sudut Cerita dapat membuka ruang bagi murid yang selama ini belum banyak menceritakan pengalaman maupun pencapaiannya.
Wali Kelas 8H Wildan mengatakan program tersebut dapat mendorong murid untuk lebih terbuka menceritakan proses yang telah mereka lalui.
“Ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya saling mendukung di antara murid,” cetusnya.
Wali Kelas 7I Adi menilai program tersebut relevan bagi murid kelas 7 yang sedang beradaptasi dengan lingkungan SMP.
“Sudut Cerita dapat menjadi jembatan bagi murid untuk mulai berani berbagi pengalaman sejak dini,” katanya.
Sementara itu, Wali Kelas 7J Dimas menekankan pentingnya pendampingan dalam penggunaan platform.
Kata dia, murid perlu memahami tahapan penggunaan, mulai dari memindai QR code, memilih fitur, menulis cerita, hingga mengirimkannya.
Adapun Wali Kelas 9H Eko melihat manfaat program tersebut bagi murid kelas akhir. Ia berharap kisah perjuangan murid kelas 9 dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas mereka.
Dosen pembimbing program, Insani, mengapresiasi pelaksanaan Sudut Cerita. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan literasi, tetapi juga upaya menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan keberanian murid dalam mengekspresikan ide serta pengalaman.
“Di era sekarang, kemampuan literasi menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan komunikatif,” ujarnya.
Salah seorang mahasiswa PPG Prajabatan Umsura, Husni, mengatakan Sudut Cerita dirancang sebagai ruang sederhana yang dapat digunakan murid untuk mengekspresikan ide, imajinasi, dan pengalaman melalui tulisan.
“Kalian pasti memiliki cerita yang unik dan menarik,” katanya.
Empat Langkah
Untuk mengikuti program tersebut, murid maupun guru dapat mengakses Sudut Cerita melalui QR code atau situs yang telah disediakan. Setelah itu, pengguna memilih fitur, menuliskan pengalaman atau cerita, kemudian memeriksa dan mengirimkannya.
Cerita yang terpilih nantinya akan dikumpulkan dan dikembangkan menjadi buku kumpulan kisah inspiratif perjalanan murid SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.
Bagi sekolah, buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi jejak digital yang dapat menginspirasi generasi berikutnya.
Salah satu murid SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Nabila, mengaku tertarik mengikuti program tersebut. Menurutnya, Sudut Cerita membuatnya lebih berani mencoba menulis dan berbagi pengalaman.
“Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan sehingga kami bisa terus belajar dan mengembangkan kemampuan, khususnya dalam bidang literasi,” tuturnya.
Program Sudut Cerita akhirnya tidak hanya menawarkan sebuah platform digital. Lebih dari itu, program ini membuka ruang agar pengalaman sederhana murid tidak berhenti sebagai cerita pribadi, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi bagi warga sekolah lainnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments