Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Majalah Matan Siapkan E-Library, Simpan 20 Tahun Jejak Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Majalah Matan Siapkan E-Library, Simpan 20 Tahun Jejak Muhammadiyah
Majalah Matan Siapkan E-Library, Simpan 20 Tahun Jejak Muhammadiyah. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Majalah Matan memasuki usia 20 tahun pada Agustus 2026. Dua dekade perjalanan tersebut meninggalkan ratusan edisi yang menjadi bagian dari rekam jejak perjalanan dan dinamika Muhammadiyah. Untuk menjaga warisan tersebut, Majalah Matan kini menyiapkan E-Library Majalah Matan yang nantinya dapat diakses masyarakat secara digital.

Sekretaris Majalah Matan, Anifatul Asfiyah, menjelaskan kepada PWMU.CO pada Kamis (6/8/2026), gagasan digitalisasi ini berangkat dari banyaknya file majalah yang selama ini tersimpan di sejumlah hardisk.

“Sebagai bentuk legacy dan untuk pemenuhan tugas KKN Mandiri Universitas Muhammadiyah Surabaya, kami mengumpulkan semua file yang ada di beberapa hardisk,” jelasnya.

Menurut Anifatul, seluruh arsip tersebut nantinya akan dihimpun dalam sebuah E-Library sehingga koleksi Majalah Matan dapat diakses secara lebih mudah. Pada tahap awal, akses direncanakan gratis agar masyarakat dapat mengenal dan membaca kembali berbagai edisi yang telah diterbitkan.

Saat ini terdapat sekitar 241 edisi Majalah Matan yang akan diunggah secara bertahap. Ke depan, pengelola juga membuka kemungkinan menerapkan sistem berlangganan. Pembaca dapat memperoleh kode dan kata sandi untuk mengakses koleksi digital sesuai mekanisme yang akan dikembangkan.

Namun, proses digitalisasi tersebut tidak sepenuhnya mudah. Salah satu kendala yang dihadapi adalah perbedaan perangkat lunak yang digunakan untuk proses layout majalah.

Anifatul menjelaskan, edisi-edisi awal Majalah Matan masih menggunakan PageMaker, sedangkan saat ini proses layout menggunakan Adobe InDesign versi terbaru. Kondisi tersebut membuat sebagian file edisi lama perlu ditata ulang sebelum dapat diolah menjadi arsip digital.

SMPM 5 Pucang SBY

Persiapan program ini telah dimulai melalui rapat koordinasi pada 11 Juli 2026. Selanjutnya, pembahasan bersama pimpinan dilakukan pada 25 Juli 2026 untuk memastikan keberlanjutan pengarsipan soft file Majalah Matan agar tidak hilang.

Anifatul menyadari bahwa E-Library Majalah Matan saat ini belum sepenuhnya terwujud. Namun, terkumpulnya ratusan file dari berbagai media penyimpanan menjadi langkah penting menuju hadirnya perpustakaan digital tersebut.

“Walaupun wujud E-Library belum sepenuhnya sempurna dan belum ada, file yang sudah terkumpul adalah bukti E-Library akan terwujud ke depannya,” ujarnya.

Ia berharap digitalisasi ini tidak sekadar menjadi proyek pengarsipan, tetapi juga menjadi legacy Majalah Matan yang dapat dimanfaatkan generasi berikutnya. Dengan begitu, perjalanan Majalah Matan selama 20 tahun tidak hanya tersimpan dalam hardisk, tetapi dapat diakses dan dipelajari oleh masyarakat secara lebih luas. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu