Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Aisyiyah 39 berlangsung meriah dan penuh keceriaan, Rabu (26/8/2026). Mengangkat tema “Meneladani Kisah Nabi Muhammad SAW Sejak Dini”, kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan sejarah sekaligus menanamkan keteladanan Rasulullah kepada anak-anak.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama TK Aisyiyah 39 dengan SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan murajaah bersama yang dipandu Kepala TK Aisyiyah 39 Humaidah, S.Pd.I., sekaligus membuka kegiatan.
Humaidah menjelaskan, tema yang dipilih tidak hanya bertujuan mengenalkan sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengajak anak-anak mulai meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui tema ini, kami ingin anak-anak mengenal sosok Nabi Muhammad SAW sejak dini. Bukan hanya mengetahui kisah kelahiran beliau, tetapi juga mulai meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Humaidah.
Menurutnya, pesan keteladanan akan lebih mudah diterima anak-anak apabila disampaikan melalui kegiatan yang sesuai dengan dunia mereka.
“Anak-anak usia TK tentu membutuhkan pembelajaran yang dekat dengan dunia mereka, yaitu bermain, bergerak, bernyanyi, dan bercerita. Karena itu, kami ingin peringatan Maulid Nabi ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna,” katanya.
Kemeriahan semakin terasa ketika rombongan IPM KIDS SD Muhammadiyah 16 Surabaya tampil di hadapan siswa TK Aisyiyah 39.
Sasya, Adofo, dan Dana dari kelas VI bertugas sebagai leader of line, sedangkan Diva dari kelas VI berperan sebagai leader of photography. Para siswa tersebut kemudian memperkenalkan rekan-rekan leader yang ikut dalam rombongan.
Kehadiran mereka menjadi semakin istimewa karena sejumlah anggota rombongan merupakan alumni TK Aisyiyah 39.
“Kami senang bisa kembali ke TK. Dulu kami belajar dan bermain di sini, sekarang kami bisa datang lagi sebagai bagian dari IPM KIDS SD Muhammadiyah 16 Surabaya,” ujar salah satu perwakilan IPM KIDS.
Setelah sesi perkenalan, kegiatan berlanjut dengan suasana yang lebih interaktif. Eko, salah satu guru SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang akrab disapa Pak Eko, hadir bersama sahabat kecilnya, Tobi.
Pak Eko mengajak anak-anak mengikuti permainan konsentrasi. Permainan sederhana yang diselingi candaan membuat siswa terlibat aktif dan antusias mengikuti kegiatan.
“Belajar bersama anak-anak itu harus menyenangkan. Kalau anak-anak gembira, mereka akan lebih mudah mengikuti dan menangkap pesan yang kita sampaikan,” kata Pak Eko.
Tidak hanya mengajak bermain, Pak Eko juga mengenalkan kembali sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kisah tersebut disampaikan secara komunikatif dengan ekspresi, humor, serta interaksi langsung bersama siswa.
“Siapa yang tahu Nabi Muhammad lahir di mana?” tanya Pak Eko kepada anak-anak.
Pertanyaan tersebut langsung disambut jawaban dan antusiasme siswa. Interaksi dua arah membuat penyampaian sejarah Nabi terasa seperti kegiatan bermain bersama, bukan sekadar mendengarkan cerita.
Pak Eko berharap kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW, kemudian menerapkan keteladanan beliau melalui kebiasaan sederhana.
“Harapannya sederhana, anak-anak mengenal Nabi Muhammad, mencintai beliau, kemudian perlahan mencontoh akhlaknya. Keteladanan itu tidak harus dimulai dari hal-hal besar, tetapi dari kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan anak-anak setiap hari,” tuturnya.
Kerja sama TK Aisyiyah 39 dan SD Muhammadiyah 16 Surabaya dalam kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi kedua lembaga pendidikan.
Kehadiran IPM KIDS menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar dapat mengambil peran dalam kegiatan pendidikan sekaligus pembentukan karakter bagi anak-anak usia dini.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Anak-anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, sementara kakak-kakak dari SD Muhammadiyah 16 juga belajar berbagi dan menjadi teladan bagi adik-adiknya,” pungkas Humaidah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Aisyiyah 39 pun menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah sekaligus menanamkan kecintaan kepada Rasulullah dengan cara yang dekat dengan dunia anak, yakni bermain, bercerita, bergerak, dan bergembira.





0 Tanggapan
Empty Comments