Sidoarjo kembali menunjukkan taringnya di dunia pendidikan internasional. Melalui ajang Muslim Yogurt Project (MYPO) yang akan digelar pada 28 April hingga 2 Mei 2026 di Malaysia dan Singapura, ratusan pelajar dari berbagai sekolah Muhammadiyah siap membawa nama harum daerah dan Indonesia ke panggung global.
Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. Dalam rapat terakhir panitia yang dilaksanakan pada 22 April di SMP Muhammadiyah 3 Waru, seluruh kebutuhan kegiatan dipastikan telah lengkap, mulai dari perlengkapan lomba hingga persiapan tampilan budaya.
Rapat tersebut berlangsung lancar dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan keseriusan panitia dalam menyukseskan kegiatan berskala internasional ini.
Kegiatan MYPO ini menjadi lebih istimewa karena melibatkan Forum Silaturahmi dan Komunikasi (FOSKAM) dengan tagline “Bergerak Selaras, Maju Bersama.”
Forum ini merupakan wadah kolaborasi dari 10 SMP/MTs Muhammadiyah se-Sidoarjo yang bersatu dalam satu visi: meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas pengalaman global siswa.
Sebanyak 121 peserta yang terdiri dari siswa dan guru dari 9 sekolah akan turut ambil bagian dalam ajang ini. Mereka akan bertanding dalam tiga kategori utama, yaitu Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, serta Ilmu Terapan. Kompetisi ini akan dilaksanakan di Kampus KPM Malaka Malaysia yang menjadi pusat kegiatan lomba.
Sekolah-sekolah yang tergabung dalam rombongan ini antara lain SMP Muhammadiyah 2 Taman, SMP Muhammadiyah 3 Waru, SMP Muhammadiyah 4 Porong, SMP Muhammadiyah 5 Tulangan, SMP Muhammadiyah 6 Krian, SMP Muhammadiyah 8 Tanggulangin, SMP Muhammadiyah 9 Boarding School Tanggulangin, SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, serta MTs Muhammadiyah 1 Taman. Kesembilan sekolah ini bersatu dalam semangat kompetisi sekaligus kolaborasi lintas budaya.
Tidak hanya berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Para peserta telah mempersiapkan penampilan budaya khas Indonesia yang akan ditampilkan di hadapan peserta internasional.
Hal ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.
Koordinator bidang kesiswaan Foskam M. Arif Saifudin, M.Pd, kepala SMP Muhammadiyah 2 Taman menyampaikan bahwa kegiatan MYPO bukan sekadar lomba, tetapi juga wadah pembelajaran global bagi siswa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan internasional, kemampuan komunikasi, dan rasa percaya diri yang tinggi,” ujarnya dalam rapat terakhir.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal persiapan. Mereka tidak hanya fokus pada materi lomba, tetapi juga membangun kekompakan tim dan kesiapan mental untuk tampil di panggung internasional. Dukungan dari guru dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan persiapan ini.
Dengan keberangkatan ini, Sidoarjo sekali lagi membuktikan diri sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan di Indonesia.
Partisipasi aktif dalam ajang internasional seperti MYPO menjadi bukti nyata bahwa pelajar daerah mampu bersaing di level global.
Harapannya, keikutsertaan ini tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga pengalaman berharga yang akan membentuk karakter dan masa depan para siswa.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bahwa pendidikan Sidoarjo terus bergerak maju, selaras dengan perkembangan dunia.
Dari Sidoarjo untuk dunia—langkah kecil para pelajar ini adalah lompatan besar bagi masa depan pendidikan Indonesia.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments