Suasana khidmat menyelimuti SD Muhammadiyah 18 Surabaya pada Sabtu (26/9/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dalam kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Juz 29 dan 30.
Sebanyak enam siswa mengikuti kegiatan tersebut sebagai wujud ikhtiar menjaga hafalan sekaligus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an.
Agar berlangsung lebih fokus dan kondusif, kegiatan Tasmi’ dilaksanakan di tiga tempat berbeda. Di hadapan para pembina dan pendamping, keenam siswa memperdengarkan hafalan yang telah dipersiapkan melalui proses menghafal dan murajaah secara rutin.
Enam siswa yang mengikuti Tasmi’ tersebut yaitu:
- Freya Azzahra Kinanty (5 Andromeda) — Juz 29 dan 30
- Earlyta Arsyifa Salsabila (5 Andromeda) — Juz 29 dan 30
- Kafiya Zalfa Widodo Putri (6 Wind) — Juz 29 dan 30
- Khoirunnisa Aulia Aditiya (5 Andromeda) — Juz 30
- Akhtarsyah Karuma Setiarsa (6 Thunder) — Juz 30
- Muhammad Ghenta Radeya Albirru (4 Sky) — Juz 30
Tasmi’ bukan sekadar ajang untuk mengukur jumlah hafalan siswa. Kegiatan ini menjadi sarana mendidik hati agar lebih dekat dengan Al-Qur’an sekaligus melatih tanggung jawab untuk menjaga Kalamullah dalam ingatan dan kehidupan sehari-hari.
Sebelum mengikuti Tasmi’, para siswa harus melewati seleksi juziyah untuk memastikan kesiapan hafalan. Proses tersebut membutuhkan kesungguhan, mulai dari murajaah berulang, perbaikan bacaan, hingga keberanian melantunkan ayat di hadapan pembina.
Pembina tahfidz, Abdul Qodir, menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi dalam proses menghafal dan mengulang hafalan.
“Tasmi’ bukan hanya tentang seberapa banyak hafalan yang disetorkan, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar istiqamah dalam murajaah dan mencintai Al-Qur’an. Harapannya, hafalan mereka tidak hanya kuat di lisan, tetapi juga menjadi cahaya yang membimbing akhlak dan kehidupannya. Tetap konsisten dan bersabar dalam murojaah.”
Satu per satu, keenam siswa tampil dengan penuh percaya diri. Meski sempat diliputi rasa tegang dan gugup, terutama ketika menghadapi ayat-ayat panjang, mereka berhasil menuntaskan hafalan dengan baik.
Salah satu peserta, Earlyta, mengaku sempat merasa gugup dan khawatir lupa ketika mengikuti Tasmi’.
“Awalnya saya gugup dan takut lupa. Saya berusaha lebih rajin murajaah supaya hafalannya lancar. Alhamdulillah, setelah selesai rasanya lega dan senang. Semoga bisa terus menjaga hafalan dan menambah hafalan lagi.”
Kegiatan Tasmi’ Juz 29 dan 30 ini menjadi bagian dari komitmen SD Muhammadiyah 18 Surabaya dalam membangun generasi Qur’ani.
Melalui pembiasaan tersebut, siswa tidak hanya dilatih memiliki hafalan yang kuat, tetapi juga dibentuk untuk memiliki karakter istiqamah, sabar, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Hafalan yang telah dicapai diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus membawa keberkahan bagi siswa, keluarga, dan sekolah.





0 Tanggapan
Empty Comments