Alat ini dirancang dengan ukuran yang lebih ringkas sehingga mudah dibawa dan dioperasikan oleh satu orang tanpa memerlukan banyak tenaga.
Selain itu, biaya pembuatannya relatif lebih ekonomis, penggunaannya lebih sederhana, serta perawatannya lebih mudah dibandingkan dengan fogging pada umumnya.
Keunggulan lainnya terletak pada desain Mini Fogging yang memungkinkan alat digunakan pada lorong-lorong sempit, sela-sela bangunan, pekarangan rumah, maupun area yang sulit dijangkau oleh fogging berukuran besar.
Fleksibilitas tersebut menjadikan Mini Fogging lebih adaptif terhadap kondisi permukiman masyarakat Desa Klenang Kidul yang memiliki akses jalan dan lingkungan dengan ruang terbatas.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendukung dalam pengendalian nyamuk pada skala lingkungan secara lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mengingatkan bahwa pengendalian nyamuk tidak cukup hanya mengandalkan fogging.
Masyarakat diajak untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kebiasaan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, menjaga kebersihan saluran air, serta melaksanakan kegiatan gotong royong secara rutin.
Dengan demikian, Mini Fogging diharapkan menjadi pelengkap dari berbagai upaya preventif yang telah dilakukan masyarakat.
Selama demonstrasi berlangsung, suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Peserta tampak memperhatikan setiap tahapan penggunaan alat, aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara pengoperasian, keamanan penggunaan, hingga efektivitas Mini Fogging dibandingkan alat fogging konvensional.
Beberapa warga juga berkesempatan mencoba mengoperasikan alat secara langsung di bawah pendampingan mahasiswa. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dihadirkan memperoleh respons positif dan dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perwakilan Pemerintah Desa Klenang Kidul mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 12 Umsura.
Menurutnya, program TTG seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang aplikatif, sederhana, namun tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Kelompok 12 Umsura atas inovasi Mini Fogging yang telah diberikan kepada Desa Klenang Kidul. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat sekaligus mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah bersama dalam menjaga kesehatan desa,” ungkap perwakilan Pemerintah Desa.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, kegiatan ditutup dengan penyerahan Mini Fogging secara simbolis kepada Pemerintah Desa Klenang Kidul.
Penyerahan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Warga menyambut penyerahan alat tersebut dengan penuh antusias dan mengapresiasi hasil karya mahasiswa yang dinilai inovatif, praktis, serta memiliki manfaat nyata bagi lingkungan desa.
Melalui program TTG Mini Fogging, Mahasiswa KKN Kelompok 12 Umsura berharap inovasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi luaran selama pelaksanaan KKN, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Klenang Kidul.
Kehadiran Mini Fogging diharapkan menjadi bukti bahwa inovasi sederhana yang lahir dari kepedulian terhadap permasalahan masyarakat dapat menjadi solusi yang relevan, mudah diterapkan, dan berkelanjutan dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat, bersih, dan nyaman.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments